Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, berfhoto bersama dengan para Penggiat Wisata Sumbar yang dimotori oleh Mantan Menteri PPN dan Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago, usai berbicara masalah indahnya wisata Kabupaten Solok, Senin (9/5), bertempat di Villa Convention Hall Alahan Panjang

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Kedatangan tim penggiat wisata Sumbar ke Kabupaten Solok, Andrinof Chaniago, tampaknya akan menjadi angin segar untuk Wisata di Kabupaten penghasil Bareh Tanamo tersebut. Bahkan kehadiran Andrinof Chaniago, disambut di Arosuka dengan senyum dan penuh harapan oleh Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM dengan para SKPD.

Mantan Menteri PPN dan Kepala Bappenas dan juga saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama Angkasa Pura I ini, serasa membawa berkah bagi bumi penghasil buah Markisa ini. Adrianus yang merupakan penggiat wisata Sumbar, mengawali kunjungan ke Kabupaten Solok dengan sarapan pagi di Guest House Arosuka, Senin (9/5), bersama Bupati Solok dan Kepala Bappeda, Taufik Effendi, Kadis Pariwisata, M. Alfajri, Kepala UPT Danau Kembar, Ambri Yetno dan juga SKPD lainnya. Setelah itu, Andrinof Chaniago, langsung mengunjungi Masjid Tuo Kayu Jao,  Dermaga Danau Diateh, Panorama Danau Kembar dan Danau Talang.

Usai mengunjungi objek wisata alam dan religius tersebut, Andrinof Chaniago menyampaikan kesan dan pesannya bahwa kunjungannya ke Kabupaten Solok merupakan lanjutan dari acara diskusi aktual pembangunan kepariwisataan yang telah dilaksanakan pada bulan Maret 2016 lalu. 

“Dari pagi kami telah mengunjingi beberapa opjek wisata yang ada di Kab.Solok yaitu Masjid Tuo Kayu Jao, Dermaga Danau Diateh, Panorama Danau Kembar dan dan Danau Talang. Untuk semua potensi wisata yang ada di Kabupaten Solok ini, tidak ada tandingan karena panorama alam yang eksotik. Permasalahannya yang terjadi saaat ini adalah tidak termanfaatkan potensi wisata yang eksotik sebagai peningkatan pendapatan masyarakat. Jika hal ini dimanfaatkan secara potensi maka jumlah uang beredar yang ada mungkin mencapai 2 triliun, dinilai dari asumsi kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 200 orang,” tutur Andrinof Chaniago. 

Dijelaskannya, yang menjadi PR bagi Pemerintah Kabupaten Solok adalah merubah sikap, prilaku dan kebiasaan masyarakat di sekitar objek wisata bukan sentuhan infrastruktur. Saat inimenurut Andrinof Chaniago, banyak kelompok penggiat wisata yang ada dan partisipasi untuk mengembangkan wisata yang ada disuatu daerah, sehingga hal ini dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Daerah untuk promosi dan pengembangan secara gratis (khususnya melalui media social).


Bupati Solok.  H.Gusmal,SE,MM dalam sambutannya selain memberi ucapan terimakasih kepada Bapak Andrinof Chaniago dan rombongan di Kabupaten Solok, juga berharap semoga moment ini dapat menjadi titik awal dari masyarakat dan Pemerintah Daerah untuk berinovasi di sektor pariwisata. 

“Sebenarnya Kabupaten Solok mempunyai potensi yang tidak dimiliki oleh daerah lain tetapi selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Solok akan dijadikan sebuah gerakan, sehingga sektor pariwisata dapat disentuh oleh seluruh stakeholder dan bertujuan untuk peningkatan PAD dan pendapatan masyarakat,” terang Gusmal. Rencananya, untuk pengelolaan objek wisata khususnya di Kabupaten Solok perlu diserahkan kepada pihak ketiga agar pengelolaannya lebih professional. “Yang menjadi perhatian dalam pengelolaan  pariwisata adalah kemauan karena dengan kemauan semua hal akan menurut dalam pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Solok,” terang Gusmal. 

Kabupaten Solok juga saat ini dikenal dengan penghasil kopi arabika, Sentral / SAM’s Coffe, Kopi Radjo dan lain sebagainya. “Kami ucapankan terimakasih kepada penggiat wisata atau pasukan tak berbayar dalam pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Solok ini,” pungkas Gusmal (wandy)

google+

linkedin