PRO KONTRA soal pengukuhan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) oleh Gubernur Irwan Prayitno (IP) menarik untuk dicermati. Pasalnya, IP yang mestinya diapresiasi, kini malah dipersalahkan oleh beberapa pihak. Padahal, apa yang dilakukan IP merupakan tuntutan undang-undang dan itu wajib dilaksanakan.

Pasca pengukuhan Plt Ketum KONI Sumbar, Syaiful, SH, MHum oleh IP dengan surat keputusannya Nomor: 426-427-1-2016 tanggal 22 April 2016 sebagai Gubernur Sumbar, pro kontra pun bermunculan, terlebih di dunia maya. Bahkan beberapa pihak menilai, IP telah bertindak di luar kewenangannya dan diindikasikan sarat dengan kepentingan pribadi dan politiknya. 

Perlu dijelaskan bahwa, berdasarkan buktinya yang ada, dasar pengukuhkan Plt Ketum KONI Sumbar masa bakti 2013-2017 tersebut adalah Surat Mendagri Nomor: X.800/33/57 tanggal 14 Maret 2016 tentang Rangkap Jabatan KDH/Wakil KDH, Pejabat Struktural dan Fungsional, serta Anggota DPRD dalam Kepengurusan KONI; Surat Gubernur Sumbar Nomor: 099/III/GSB-2016 tanggal 30 Maret 2016 Tentang Rangkap Jabatan dalam Kepengurusan KONI; 

Selanjutnya, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI Tahun 2014; Surat Meletakan Jabatan sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Sumatera Barat tanggal 8 April 2016; Berita Acara Penyerahan Jabatan sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Sumatera Barat tanggal 8 April 2016; dan, Berita Acara Rapat Pleno Pengurus KONI Provinsi Sumatera Barat tanggal 11 April 2016. 

Pertimbangannya adalah, karena Ketum KONI Sumbar masa bakti 2013-2017, Dr. H. Syahrial Bakhtiar, MPd juga menjabat sebagai Pembantu Rektor III (WR III) Bidang Kemahasiswaan Universitas Negeri Padang (UNP), maka sesuai ketentuan Pasal 56 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 16 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Keolahragaan, yang bersangkutan harus meletakan jabatannya sebagai Ketum KONI Sumbar. 

Dan, untuk kelancaran jalannya organisasi, perlu mengukuhkan Plt Ketum KONI Sumbar 2013-2017 melalui Keputusan Gubernur Sumbar. Maka diterbitlah Surat Keputusan Gubernur Sumbar Nomor: 426-427-1-2016 tanggal 22 April 2016 Tentang Pengukuhan Pelaksana Tugas Ketua Umum KONI Provinsi Sumatera Barat Masa Bakti 2013-2017. 

Apa yang dilakukan IP tersebut adalah demi kepentingan KONI Sumbar yang mendapat kucuran dana hibah Rp30 miliar dari APBD Sumbar Tahun 2016. Untuk kelengkapan administrasi tata kelola keuangan tersebut, perlu pengukuhan jabatan Plt Ketum KONI Sumbar yang dijabat Syaiful, SH, MHum menggantikan Dr. H. Syahrial Bakhtiar, MPd yang meletakan jabatan sebagai Ketum KONI Sumbar. 

Mestinya apa yang dilakukan IP tersebut harus diapresiasi oleh semua pihak. Karena, jika Ketua Umum KONI Sumbar dibiarkan dijabat oleh Dr. H. Syahrial Bakhtiar, MPd yang juga menjabat (rangkap jabatan) sebagai WR III UNP, kepengurusan KONI Sumbar batal demi hukum. Karena, rangkap jabatan tersebut bertentangan dengan ketentuan Pasal 40 UU Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional dan Pasal 56 PP Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Olahraga. 

Perlu dicatat bahwa, hasil Yudisial Review dari Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor: 27/PPU-V/2007 terhadap uji materi Pasal 40 UU Nomor 3 Tahun 2005 dan Pasal 56 PP Nomor 16 Tahun 2007 yang dimohonkan Saleh Ismael Mukadar, Ketua KONI Surabaya, berdasarkan seluruh pertimbangan, MK berkesimpulan bahwa permohonan pemohon tidak beralasan dan bahwa ketentuan Pasal 40 UU Nomor 3 Tahun 2005 tidak bertentangan dengan Pasal 28 C Ayat (2), Pasal 28 D Ayat (1) dan Pasal 28 I Ayat (2) UUD 1945. Permohonan pemohon DITOLAK. 

Dan, persoalan rangkap jabatan di kepengurusan KONI juga menjadi perhatian serius Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat Edaran KPK Nomor: B-903/01-15/04/2011 tanggal 4 April 2011 menegaskan, hasil kajian KPK menemukan adanya rangkap jabatan pejabat publik pada penyelenggaraan keolahragaan di daerah dapat menimbulkan konflik kepentingan. 

Kita sangat hormat dengan sikap sportif mantan Ketum KONI, Syahrial Bakhtiar. Yang bersangkutan menghormati ketentuan hukum dengan meletakan jabatan sebagai Ketum KONI Sumbar, dan dengan kewenangan yang dimilikinya berdasarkan Pasal 29 Aggaran Rumah Tangga (ART) KONI, yang bersangkutan menunjuk Wakil Ketua Umum (Waketum) I, Syaiful sebagai Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) Ketum KONI masa bakti 2013-2017. 

Sesuai ketentuan AD/ART KONI, jabatan Plt Ketum KONI Provinsi yang diemban Syaiful atas penunjukan Ketum Syahrial Bakhtiar karena satu dan lain hal, dalam hal ini karena meletakan jabatan, tidak perlu pengesahan/pengukuhan dari KONI Pusat. Berdasarkan Pasal 29 Ayat (2) ART KONI, tugas pokok Plt adalah melaksanakan tugas-tugas rutin Ketum, dan Ayat (3), Plt melaksanakan tugas paling lama enam bulan. Setelah masa jabatan Plt habis, Ayat (4) menegasakan, harus dilaksanakan Musyawarah Olahraga (Provinsi) Luar Biasa.

Walau demikian, Plt Ketum KONI Sumbar masa bakti 2013-2017, Syaiful, SH, MHum tidak jumawa dengan jabatannya. Tanggal 11 April 2016, Syaiful membawa persoalan jabatan Plt Ketum KONI tersebut ke Rapat Pleno Pengurus KONI Provinsi Sumatera Barat. Rapat Pleno sepakat menerima peletakan jabatan Ketum KONI oleh Syahrial Bakhtiar dan penunjukan Syaiful sebagai Plt Ketum. Rapat Pleno juga memberi kewenangan kepada Plt Ketum Syaiful untuk mereposisi kepengurusan dan menggunakan sisa anggaran KONI tahun 2016 untuk pembiayaan pelaksanaan persiapan PON XIX-2016 Jabar. 

Dan, kinerja Syaiful sebagai Plt Ketum KONI Sumbar juga patut diapresiasi. Setelah berjibaku merevisi anggaran sesuai ketentuan yang berlaku, KONI Sumbar dibawah pimpinan Syaiful sebagai Plt Ketum berhasil menganggarkan bonus atlet peraih mendali pada Kejurnas Pra PON dan Porwil IX Sumatera di Bangka Belitung, yang sebelumnya tidak dianggarkan oleh Ketum Syahrial Bakhtiar. Tak hanya itu, Syaiful juga meningkatkan kesejahteraan atlet dan pelatih andalan dengan meningkatkan status dan nominal uang saku atlet PON XIX-2016 Jabar. 

Syaiful yang bertekat mewujudkan tata kelola keuangan KONI yang transparan dan akuntabel, bersama sisa pengurus yang sama-sama tidak rangkap jabatan tersebut, juga memberdayakan Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabang Olahraga (Cabor) dalam mempersiapkan atlet yang akan berlaga di PON XIX-2016 Jabar. Masing-masing cabor difasilitasi melaksanakan latihan penuh dan latih tanding ke luar daerah. Kini sisa anggaran KONI Rp27 miliar dari hibah APBD Sumbar tahun 2016 sudah masuk ke rekening KONI dengan specimen pencairan tandatangan Plt Ketum Syaiful. 

Dari keterangan yang ada, Plt Ketum Syaiful telah meningkatkan jumlah Atlet Andalan dari 7 (tujuh) orang yang ditetapkan mantan Ketum Syahrial Bakhtiar, menjadi 71 (tujuh puluh satu) orang. Penghasilan atlet dan pelatih andalan juga ditingkatkan, yaitu sebelumnya hanya masing-masing Rp2,5 juta perbulan (7 orang) ditingkatkan menjadi Rp3 juta (71 orang). Begitu juga dengan pelatihnya, biasanya hanya Rp3 juta perbulan, ditingkatkan menjadi Rp3,5 juta. 

Selain membayarkan bonus atlet peraih mendali Kejurnas Pra PON dan Porwil Sumatera IX yang direncanakan hari ini, Rabu, 11 Mei 2016, dan uang saku/pembinaan atlet dan pelatih andalan yang segera menyusul, Plt Ketum Syaiful juga telah menyiapkan anggaran biaya TC (training center) penuh selama 45 hari oleh masing-masing Pengprov Cabor. Plt Ketum Syaiful juga sudah menyediakan biaya latih tanding (try out) masing-masing cabor ke luar daerah. Terakhir, akan dilaksanakan TC Terpadu selama 15 hari oleh KONI Sumbar tanggal 1 sampai 15 September menjelang keberangkatan ke PON XIX-2016 di Bandung, Jabar.

Dengan uraian tersebut di atas, penulis berharap semua pihak bisa memahami posisi Gubernur Irwan Prayitno yang mengukuhkan jabatan Plt Ketum KONI Sumbar. Kita juga mesti mengapresiasi sikap sportif yang ditunjukan seorang Syahrial Bakhtiar yang tidak mau melanggar aturan. Dan, kita juga harus mendukung penuh serta mengapresiasi apa yang telah dilakukan Plt Ketum Syaiful dalam menyiapkan atlet untuk meraih 16 mendali emas yang ditargetkan. Mari berpartisipasi aktif menyumbangkan saran dan kritikan yang konstruktif guna memacu semangat atlet dalam berlaga di PON XIX-2016 Jabar nanti. Terima kasih. Salam Olahraga. 

(Penulis adalah Wartawan Utama di Padang)

google+

linkedin