TIDAK dapat disangkal bahwa motivasi tidak bisa dipisahkan dengan keberhasilan atlet dalam aktifitas olahraga diberbagai kejuaraan. Untuk itu, kebijakan Plt KONI Sumbar, Syaiful SH Mhum memberikan bonus kepada atlet yang berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu di pra-PON dan Porwil, 2015 lalu, rasanya  layak di apresisi atau diacungkan jempol. Kenapa? Karena pemberian bonus, erat kaitannya dengan motivasi.

Sebenarnya, persoalan peranan motivasi terhadap prestasi olahraga, sudah  banyak menjadi pembicaraan, perhatian dan kajian para ahli-ahli psikologi olahraga. Seperti kajian Singgih Gunarsa, yang mengatakan, prestasi seseorang dihasilkan dari motivasi ditambah latihan.

Begitu juga dengan pandangan Straub yang menegaskan, bahwa prestasi seseorang adalah motivasi ditambah ketrampilan. Sedangkan menurut R.N Singer, prestasi dalam olahraga itu sama dengan keterampilan yang diperoleh melalui motivasi yang menyebabkan atlet bertahan dalam latihan, ditambah dengan motivasi yang menyebabkan atlet bergairah berlatih keras.

Jadi bila ditinjau secara psikologi, jelaslah  pemberian bonus sangat bermanfaat untuk  melahirkan atlet-atlet tangguh yang dapat menjadi kebanggan bagi Ranah Minang Sumatera Barat, diberbagai kejuaraan di tanah air. 

Untuk itu, pemberian bonus bagi atlet berprestasi merupakan langkah maju demi semakin memotivasi mereka,  agar dapat lebih berprestasi ke jenjang yang lebih tinggi lagi, yakni PON Jabar, September 2016 mendatang. 

Jujur, saya termasuk insan olahraga di Sumatera Barat yang senang dan bangga dengan kebijakan pengurus KONI Sumbar yang dinahkodai Plt KONI Sumbar, Syaiful SH Mhum, yang begitu memegang kendali langsung memberikan bonus terhadap keberhasilan atlet meraih medali emas, perak dan perungu di pra-PON dan Porwil 2015 lalu.

Kebanggaan saya jadi bertambah, begitu saya mengetahui, kalau pemberian bonus atlet Sumbar jauh lebih besar dari atlet Sumatera Selatan, yang juga telah memberikan bonus terhadap atletnya peraih medali di pra-PON dan Porwil 2015 lalu.

Sebagai bahan perbandingan, Plt KONI Sumbar memberikan Rp 30 juta untuk medali emas, Rp 12 juta untuk perak dan Rp 6.750.000 untuk perunggu.

Sementara KONI Sumatera Selatan sebagaimana yang diberitakan Harian Sriwijaya Post, 28 Desember 2015 lalu, untuk medali emas hanya diberikan bonus oleh KONI Sumsel, Rp 10 juta, medali perak, Rp 5 juta dan perunggu Rp 3 juta. 

Tanpa bermaksud "melecehkan" KONI Sumsel, perbandingan ini memang sengaja saya tampilkan lebih sebagai bahan perbandingan bagi masyarakat peduli olahraga Ranah Minang Sumbar, yang masih saja merecoki atau mencikaraui jabatan Plt KONI Sumbar yang dijabat, Syaiful SH Mhum. 

Setahu saya, sejak jabatan Plt KONI dijabat, Syaiful SH Mhum, terlihat masalah teknis latihan diserahkannya kepada pelatih dimasing-masing cabang olahaga. Tugas KONI Sumbar hanya masalah administrasi dan memfasilitasi atlet dan pelatih serta cabor untuk mencairkn dana hibah APBD Sumbar untuk dunia olahraga.

Kemudian, terlihat dari kebjakan Syaiful SH Mhum lebih berpihak kepada atlet, pelatih dan masing-masing pengprov cabor. Sebagai contohnya, jumlah atlet andalan dari 7 orang dijadikannya 71 orang. Alasannya, sangat tidak realistis, target yang dipatok 16 medali emas dengan mengandalkan 7 orang. 

Yang menariknya lagi, semua uang saku atlet dan pelatih, yang sedang seius mempersiapkan diri menghadapi PON Jabar, dinaikannya berkisar Rp 500 ribu, Rp 750 ribu sampai Rp 1 juta. 

Jadi kini, saya rasa masyarakat olahraga Sumatera Barat bisa memilah atau akan arif  menilai informasi tentang dinamika KONI Sumbar, pasca mundurnya Syahrial Bakhtiar yang menunjuk Syaiful SH Mhum sebagai Plt KONI Sumbar. 

Kata tegasnya, hanya orang-orang yang kepentingan pribadinya terusik atau terganggu saja yang menilai minor atau negatif kepada Plt KONI Syaiful SH Mhum. Kata kuncinya, yang usil karena keserakahannya di KONI terhenti. (Penulis wartawan tabloidbijak dan padangpos.com) 

google+

linkedin