BIJAK ONLINE (Padang)-Gubernur Sumatera Barat, Prof DR H Irwan Prayitno Psi Msc menyebutkan, PDRB SUmatera Barat pada  triwulan I di tahun 2016 menduduki posisi pertama di kawasan Sumatera.

"Kami dan para pemangku kebijakan pengawalan inflasi di Sumatera Barat telah berkumpul dalam acara High Level Meeting," kata Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, di Gedung Bank Indonesia, Selasa, 10 Mei 2016.  

Acara High Level Meeting dihadiri unsur dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, Polda Sumbar, Pemko dan Pemkab telah menyepakati pengendalian inflasi di Provinsi Sumbar. 

Menurut Irwan Prayitno, topik bahasan kali ini antara lain, sekilas perkembangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi Sumbar terkini, peta jalan (roadmap) pengendalian inflasi daerah, dan terkait isu strategis mengenai resiko dan antisipasi inflasi menjelang ramadhan dan lebaran. "Kini secara fakta, laju inflasi di Sumatera Barat relatif berfluktuasi, namun Alhamdulillah tahun 2015 capaian inflasi Sumbar terendah nasional," kata penggemar masakan kuliner rendang ini. 

Kemudian, kata Gubernur Sumbar, pertumbuhan ekonomi Sumbar cenderung berada di atas nasional. "Ada yang mengembirakan, bahwa laju pertumbuhan PDRB Sumbar pada triwulan I 2016 menduduki posisi pertama di kawasan Sumatera," kata kader PKS ini.

Selanjutnya, kata Irwan Prayitno, pemerintah daera juga telah diantisipasi bakal terjadinya peningkatan arus distribusi dan kosumsi barang dan jasa, setiap datangnya  bulan Ramadhan dan hari Raya. "Kami akan segera membuat action road map pengendalian inflasi di masa-masa tersebut khususnya. Hal ini sangat penting bagi terjaminnya stabilitas harga dan terjaganya pasokan distribusi barang dan jasa," kata putra Nagri Teratak Paneh Kecamatan Kuranji Kota Padang ini.

Komoditas yang perlu diwaspadai selama bulan ramadhan di Sumbar,  yaitu beras, cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, daging sapi, dan tarif angkutan udara. "Selain komoditi tersebut,  yang juga dipantau dan dikendalikan fluktuasi harga dan terjaminnya pasokan," tambah gubernur yang hobi olahraga trabas ini.

Adapun program antisipasi harga menjelang ramadhan ini, antara lain :  1. Analisis komoditas yang cenderung mengalami kenaikan harga menjelang ramadhan. 2. Melaksanakan koordinasi bersama anggota TPID terkait diantaranya pemantauan harga secara berkala, pemantauan kecukupan pasokan, menjaga kelancaran distribusi, dan 3. Komunikasi ekspektasi kepada masyarakat. (PRB)

google+

linkedin