Tampak beberapa sisiwa SMA yang lulus di Kabupaten Solok, melakukan aksi konvoi kendaraan menuju Tugu Ayam Arosuka. Padahal sebelumnya sudah ada himbauan dari Kepala Dinas Pendidikan dan para Kepsek serta anggota dewan agar tidak melakukan aksi corat coret

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Hasil Ujian Nasional (UN) Sekolah Mengah Atas (SMA) sederajat hari Sabtu tanggal 7 Mei diumumkan. Kota Bukitinggi berhasil meraih nilai tertinggi untuk UN SMA di Sumbar diikuti kota Padang Panjang dan kota Padang pada urutan ketiga. Sementara Kabupaten Solok pada tahun ajaran 2014-2015 berada pada peringkat 19, untuk UN Tahun Ajaran 2015-2016 ini naik menjadi peringkat 12 di Sumbar.

Kota Bukittinggi mem­pero­leh nilai 389,79 di kelompok IPA Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, diikuti Kota Padang Panjang dengan nilai 382,60 dan kota Padang 381,37. Sementara Kabupaten Pesisir Selatan yang tahun lalu juara pertama, tahun ini merosot ke posisi dua dari dengan meraih nilai 299,38 dan berada satu tingkat di atas Mentawai dengan nilai 275,35.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok, Zulfadli, SPd, MM, kepada KORAN PADANG, Minggu (8/5) di Arosuka menyebutkan bahwa untuk hasil UN SMA Tahun Ajaran 2015/2016 ini, Kabupaten Solok memiliki peserta sebanyak 2105 dan lulus 2103 orang atau 99, 90 persen dan tidak lulus 2 orang atau 0, 10 persen. Sementara peserta UN MA 496 orang dan lulus 495 atau 99, 80 persen dan tidak lulus 1 orang. Untuk UN SMK pesertanyta sebanyak 754 orang dan lulus 100 persen. “Total peserta UN SMA sederajat dari Kabupaten Solok adalah sebanyak 3355 orang dan lulus sebanyak 3352 orang atau 99, 91 persen,” tutur Zulfadli. Ditambahkannya, tahun lalu hasil UN SMA sederajat Kabupaten Solok berada pada peringkat 17 dan tahun ini berada pada peringkat 12.

Sementara itu, usai menerima hasil keluluasan, ratusan siswa SMA yang ada di Kabupaten Solok menyambut dengan suka cita dan melakukan konvoi kendaraan di jalan-jalan utama di Kabupaten Solok, seperti di depan kantor Bupati seperti Tugu Ayam, Koto Baru dan Singkarak. Sementara hampir separoh dari mereka yang lulus melakukan aksi corat-coret baju dan sudah ada himbauan dari Dinas Pendidikan, para Kepsek dan anggota dewan di Bumi Bareh Solok. “Kita berharap agar siswa SMA sederajat tidak melakukan aksi corat-coret baju seragam, kan masih bisa digunakan atau disumbangkan untuk adik-adik yang membutuhkan,” tutur anggota DPRD Kabupaten Solok, Aurizal, SPd (wandy)

google+

linkedin