BIJAK ONLINE (Padang)-Ketua Tim Investigasi LSM Mamak Ranah Minang, Jamalus Datuk Rajo Balai Gadang menyebutkan, telah melaporkan kembali dugaan penyalah gunaan dana hibah KONI Sumbar, ke Jaksaan Tinggi Sumbar.

"Laporan ke kejaksaan tingi telah saya antarkan langsung," kata Jamalus Datuk kepada Tabloid Bijak dan Padangpos.com, Selasa, 3 Mei 2016.

Menurut Jamalus, LSM Mamak menduga terjadi penyalahgunaan dana hibah KONI  Sumbar yang berasal dari APBD Sumbar Tahun 2015 oleh Pimpinan KONI Sumbar. "Bahkan, berdasarkan informasi dan data yang kami terima, semua pengurus harian KONI Sumbar sudah menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Provinsi Sumbar," kata aktifis yang vokal ini.

Kemudian menurut data dan informasi yang dihimpun, pengurus KONI Sumbar yang telah diperiksa antara lain, Ketua Umum KONI Sumbar DR Syahrial Bakhtiar, M.Pd, Waketum 1 Syaiful SH Mhum, Waketum 2 Handriyanto, Waketum 3 Budi Syukur, Sekretaris Umum Indra Jaya SH. MH, Bendahara, Davitson, Bidang Rencana dan Anggaran Asronel. Pihak penyedia tiket PT. Tridaya, Penjahait Baju Dunia Baru juga sudah diperiksa Inspektorat, termasuk Juru bayar KONI Sumbar Sari juga telah diperiksa. 

Selanjutnya, kata Jamalus,  berdasarkan data yang ada, terdapat dugaan penyalagunaan dana hibah KONI Sumbar yang berasal APBD Sumbar Tahun 2015 yang diduga dilakukan oleh DR. Syahrial Bakhtiar, M.Pd sebesar Rp. 348.794.000 dan ditambah dengan bantuan dana pihak ketiga PT. Semen Padang sebesar Rp. 300.000.000.

"Penyalahgunaan dana hibah lainnya, disinyalir atau diduga bantuan peralatan dari KONI Sumbar sebesar Rp. 46.704.545,- yang diduga dilakukan oleh Syafrizal Bakhtiar, PT. Tridaya penyedia tiket sebesar Rp. 13.518.780, penjahit Dunia Baru sebesar Rp. 11.449.500,- dan masing-masing cabang olahraga PPN dan PPh sebesar Rp. 131.947.058,- dan kelebihan dana uang harian dan uang konsumsi Panitia Tim Porwil Sumbar sebesar Rp. 44.900.000," katanya.

Selanjutnya, kata Jamalus, dari sejumlah pengeluaran dana hibah dari KONI Sumbar tersebut, hampir semuanya tidak dilengkapi dengan pertangungjawaban, " kata Jamalus. 

Begitu juga dengan dugaan penyalagunaan dana bantuan peralatan dari KONI Sumbar sebesar Rp. 46.704.545, yang diduga dilakukan oleh Syafrizal Bakhtiar, ketua Umum Pengprov Cabor Takraw, PT. Tridaya penyedia tiket sebesar Rp. 13.518.780, penjahit Dunia Baru sebesar Rp. 11.449.500 dan masing-masing cabang olahraga PPN dan PPh sebesar Rp. 131.947.058, serta kelebihan dana uang harian dan uang konsumsi Panitia Tim Porwil Sumbar sebesar Rp. 44.900.000. "Kami menemui fakta,  banyak  pengeluaran dana hibah dari KONI Sumbar tersebut yang tidak dilengkapi dengan pertangungjawaban, " kata Jamalus. 

Tujuan melaporkan lagi, kata Jamalus, karena laporan sebelumnya belum ada tindak lanjutnya. "Laporan yang kedua ini, ada penambahan data," katanya. 

Sebelumnya, Dr Syahrial Bakhtiar menyebutkan, pada prinsipnya dirinya siap mengembalikannya. "Ambo siap sajo mengembalikan uang tersebut, tapi sebelumnya ambo akan menyurati pak gubernur dulu," kata mantan Ketua KONI Sumbar, Dr Syahrial Bakhtiar ketika dihubungi Tabloid Bijak dan Padangpos.com melalui handphonenya, Jumat, 29 April 2016, sekitar pukul 20.40 WIB.

Menurut Syahrial Bakhtiar, cara inspektorat menghitung pengeluaran tentu berbeda dengan kondisi yang sebenarnya. Maksudnya, membeli barang dengan tunai dengan membeli barang berhutang, ya berbedalah. "Tapi yang jaleh ambo siap sajo mengembalikan dana tersebut, dan ambo sangat menghormati dan menghargai pak gubernur," kata pakar olahraga dari UNP ini. (PRB). 

google+

linkedin