Yondri Samin, SH, MH

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, SH, MH, menyebutkan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Solok beserta para SKPD, harus berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Solok, sebagai acuan dalam memulai pembangunan atau menggunakan APBD.

RPJMD dibuat adalah untuk menjadi acuan dalam membangun. Jangan rencana kerja yang sudah disusun, terbengkalai hanya karena ada proyek yang naik di jalan. Artinya, RPJMD adalah kompas untuk memulai pembangunan jangka menengah di daerah,” terang Yondri Samin, Selasa (10/5). 

Dijelaskannya, Bupati dan Wakil Bupati terpilih, bisa saja beljar dan berpedoman kepada pemerintahan sebelumnya. Artinya, jangan sampai ada proyek yang terkesan dipaksakan, meski sebenarnya hal itu tidak masuk rencana kerja jangka menengah Kabupaten Solok, seperti yang banyak dikritik orang pembangunan Islamic Center Koto Baru. 

“Pemkab Solok harus berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD yang sudah dibuat bersama Bappeda. Defisit anggaran pada APBD tahun sebelumnya bisa terjadi, disebabkan Pemerintah Daerah bekerja tidak berpedoman kepada RPJMD. Bahkan ada beberapa proyek besar, seperti pembangunan Islamic Center Koto Baru, tidak ada dalam RPJMD, namun dipaksakan juga pembangunannya. Hal inilah salah satu penyebab, mengapa pada akhir tahun kita bisa devisit anggaran,” terang Yondri Samin.

Selain itu, politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini juga mengkritik pemerintah masa lalu, dimana perubuhan aset yang ada di lokasi pembangunan Islamic Center, seperti Gedung Pertemuan Solok Nan Indah, Masjid Raya dan juga beberapa buah bangunan lainnya yang bernilai Milyaran Rupiah. “Kalau kita pikir-pikir, mungkin aset yang dirubuhkan jauh lebih tinggi jika dibanding pembangunan Islamic Center dengan menghabiskan dana lebih dari Rp 26 Milyar,” tutur Yondri Samin.

Yondri Samin juga mencontohkan, jika kita orang mau ke Bukittinggi dari Solok, tentu sebelumnya sudah punya rencana, dimana saja kita akan singgah seperti untuk makan dan berbelanja dan istirhat “Jangan rencana mau ke Bukittinggi, tau-tau sampai di Payakumbuh, baru balik ke Bukittinggi. Ya kalau itu dilakukan ongkos pasti membekak. Sama hal itu kayak RPJMD, kalau kita berpedoman dalam bekerja, maka tidak akan terjadi devisit satu tahun lalu sampai milyaran rupiah. Kalau hanya beberapa ratusan juta saja itu hal yang yang biasa,” terang Yondri Samin.

Disebutkan Yondri Samin, RPJMD dibuat untuk dipedomani. Tetapi kalau bekerja tidak berpedoman ke RPJMD, ya wajar saja anggaran yang naik dijalan bisa diikutkan, karena tidak berpedoman lagi  kepada RPJMD (wandy)

google+

linkedin