BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)—Desa Koto Marapak Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, dinilai Tim Kesatuan Gerakan PKK KB Kesehatan bidang Posyandu yang diketuai oleh Widarto, dan Marsuli dari Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI serta  Widyawati dari Penggerak PKK Pusat, Rabu (4/5/2016).

Widarto selaku Ketua Tim Penilai, mengatakan, Program Bidang Kesehatan di Kota Pariaman sangat membantu pemerintah pusat dalam rangka pembangunan kesehatan masyarakat. Kota Pariaman dalam hal ini mesti ditiru oleh daerah lain.

Menurut Widarto,  dengan masuknya Desa Koto Marapak Enam besar secara nasional dalam lomba KB-Kes sama saja artinya desa ini sudah juara di Indonesia. Tetapi dengan berhasil masuk menjadi Juara Nasional, kepala desanya ndak boleh berhenti melakukan pembinaan terhadap kesehatan.

“Jangan jadikan juara sebagai tujuan akhir dari pengabdian. Jadikanlah kejuaraan ini sebagai penyemangat untuk selalu berbuat untuk masyarakat,” ujar Widarto.

Sebagai Ketua Tim Widarto, mengaku bangga sekaligus salut pula dengan perangkat keamanan desa "Dubalang" dan petugas kebersihan desa bernama "Barakai". “Terus terang belum pernah saya temui di daerah lain di seluruh Indonesia," tukuk Widarto.

Lebih jauh disampaikan Widarto, tujuan kedatangan Tim Penilai dari Pusat,  selain melakukan penilaian dan yang lebih penting dari itu sebagai ajang Silaturahmi. Sebagai umat beragama sesama kita dianjurkan untuk selalu menjalin tali persaudaraan.

Sementara itu Wali Kota Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman, mengatakan, Desa  Koto Marapak merupakan desa binaan Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman paling sukses dalam melaksanakan program Posyandu kesehatan.

Menurut Mukhlis, pihaknya juga sangat konsen dalam program kesehatan masyarakat dengan keluarkan kebijakan berobat gratis bagi seluruh warga hingga ke rumas sakit luar daerah cukup dengan memperlihatkan KTP Pariaman saja. 

"Semua biaya berobat bahkan hingga operasi ditanggung APBD kita di rumah sakit manapun. Program kesehatan gratis telah lama kita jalankan dengan nama jaminan kesehatan sabiduak sadayuang (JKSS)," ujar Mukhlis.

Acara yang ditutup dengan makan "bajamba" itu turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Ketua PKK Reni Mukhlis, Ketua GOW Lucy Genius, SKPD, unsur Muspida, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.(amir)

BIJAK ONLINE (Kt. Pariaman)—Desa Koto Marapak Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, dinilai Tim Kesatuan Gerakan PKK KB Kesehatan bidang Posyandu yang diketuai oleh Widarto, dan Marsuli dari Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI serta  Widyawati dari Penggerak PKK Pusat, Rabu (4/5/2016).
Widarto selaku Ketua Tim Penilai, mengatakan, Program Bidang Kesehatan di Kota Pariaman sangat membantu pemerintah pusat dalam rangka pembangunan kesehatan masyarakat. Kota Pariaman dalam hal ini mesti ditiru oleh daerah lain.

Menurut Widarto,  dengan masuknya Desa Koto Marapak Enam besar secara nasional dalam lomba KB-Kes sama saja artinya desa ini sudah juara di Indonesia. Tetapi dengan berhasil masuk menjadi Juara Nasional, kepala desanya ndak boleh berhenti melakukan pembinaan terhadap kesehatan.
“Jangan jadikan juara sebagai tujuan akhir dari pengabdian. Jadikanlah kejuaraan ini sebagai penyemangat untuk selalu berbuat untuk masyarakat,” ujar Widarto.

Sebagai Ketua Tim Widarto, mengaku bangga sekaligus salut pula dengan perangkat keamanan desa "Dubalang" dan petugas kebersihan desa bernama "Barakai". “Terus terang belum pernah saya temui di daerah lain di seluruh Indonesia," tukuk Widarto.

Lebih jauh disampaikan Widarto, tujuan kedatangan Tim Penilai dari Pusat,  selain melakukan penilaian dan yang lebih penting dari itu sebagai ajang Silaturahmi. Sebagai umat beragama sesama kita dianjurkan untuk selalu menjalin tali persaudaraan.

Sementara itu Wali Kota Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman, mengatakan, Desa  Koto Marapak merupakan desa binaan Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman paling sukses dalam melaksanakan program Posyandu kesehatan.

Menurut Mukhlis, pihaknya juga sangat konsen dalam program kesehatan masyarakat dengan keluarkan kebijakan berobat gratis bagi seluruh warga hingga ke rumas sakit luar daerah cukup dengan memperlihatkan KTP Pariaman saja. 

"Semua biaya berobat bahkan hingga operasi ditanggung APBD kita di rumah sakit manapun. Program kesehatan gratis telah lama kita jalankan dengan nama jaminan kesehatan sabiduak sadayuang (JKSS)," ujar Mukhlis.

Acara yang ditutup dengan makan "bajamba" itu turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin, Ketua PKK Reni Mukhlis, Ketua GOW Lucy Genius, SKPD, unsur Muspida, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat.(amir)

google+

linkedin