BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)—Walikota Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman, MM, mengatakan, pembangunan sektor Pariwisata harus ditunjang dengan pendidikan yang baik. Karena Pariwisata bisa berkembang jika penduduknya sudah sehat dan memiliki otak yang cerdas. Otak yang cerdas terkait dengan pendidikan masyarakatnya.

Hal itu disampaikan,  Mukhlis Rahman,  pada jumpa pers, Selasa (3/5/2016) di ruangan rapat Balai Kota Pariaman. 

Menurut Mukhlis, Pemerintah Kota Pariaman membangun berbagai sarana dan prasarana pariwisata. Tapi jika masyarakatnya tidak sehat dan tidak memiliki pendidikan yang cukup, maka apa yang sudah dibangun tersebut akan dirusak. “Makanya, Pemko Pariaman memberikan perhatian yang serius terhadap pendidikan,” kata Mukhlis, Walikota yang menjabat dua periode ini.

Dikatakan, tahun 2008 rata-rata warga Kota Pariaman sudah tamat SMP. Dari kondisi tersebut, maka tahun 2009 dicanangkan wajib belajar (Wajar) 12 tahun. Artinya, warga Pariaman dibebaskan biaya pendidikannya hingga SMA/SMK. Siswa digratiskan dari biaya sekolah sampai tingkat SMA/SMK. Konsekwensinya, sekolah tidak boleh memunggut iuran kepada sekolah untuk biaya operasional sekolah. Pemko menanggung biaya sekolah tersebut.

“Dengan kebijakan tersebut, kurang lebih 30 persen anggaran pendidikan dialokasikan dari APBD Kota Pariaman. Tahun ini APBD sekitar Rp 701 miliar, makan alokasi anggaran untuk sektor pendidikan mencapai Rp 252 miliar. Walaupun jumlah prosentasenya besar, tetap tidak menganggu pembangunan di sektor lain, termasuk pembangunan infrastruktur,” kata Mukhlis Rahman.

Dikatakan, di awal Kota Pariaman berdiri tahun 2002, jumlah SMP 8, SMA negeri hanya 2, dan 2 SMK negeri. Kini jumlah SMP menjadi 9, SMA negeri 6, SMA Swasta 1, SMK negeri 4, dan SMK swasta 5. Data ini menunjukkan tingginya peningkatan sekolah di Kota Pariaman. Sehingga memudahkan anak-anak Kota Pariaman untuk melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat SLTA.

“Selain itu, untuk menekan angka terjadinya kecelakaan di kalangan siswa ketika pergi dan pulang sekolah, Pemko Pariaman menyediakan bus sekolah. Siswa tersebut seharusnya belum boleh mengendarai motor karena belum cukup umur. Awalnya bus sekolah disediakan 3, kini sudah berjumlah 9 bus. Bus sekolah diperuntukan bagi siswa SMA yang cukup jauh tempat tinggalnya dari sekolah. Namun belakangan, anak SD pun berburu menggunakan bus sekolah ini. Seharusnya ini terjadi jadi. Karena siswa SD umumnya sekolah tidak jauh dari rumah. Beda dengan SMA, siswanya tinggal jauh dari sekolahnya,” tutur Mukhlis Rahman.

Kadis Dikpora Kota Pariaman Kanderi menambahkan, dengan jumlah sekolah yang ada di Kota Pariaman ini, tidak ada anak Pariaman yang tidak bisa terlayani oleh akses pendidikan. Pemko Pariaman sudah memberikan fasilitas dan kemudahan sekolah bagi warganya. Tinggal lagi kemauan orangtua dan anak untuk bersekolah. Tidak ada alasan warga Pariaman putus sekolah. Karena sudah digratiskan Pemerintah Kota, tambah Kanderi. 

Jumpa pers yang bertemakan Refleksi 10 Tahun Pembangunan Pendidikan Kota Pariaman (2006-2016), dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman, Drs.  Kanderi, MM,  Kabag Humas Yalviendri, kepala sekolah SMP, SMA, SMK dan utusan Kepala SD se-Kota Pariaman. Sedangkan dari wartawan hadir wartawan media cetak, elektronik, media online yang bertugas di Kota Pariaman. (amir)

google+

linkedin