TABLOIDBIJAK– Wakil Walikota Padang, Emzalmi meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMPN 33 Parak Laweh, Kecamatan Lubuak Bagaluang, Kamis (12/5). Dalam peninjauan tersebut Wawako sejenak mengunjungi peserta UN sambil memberikan motivasi dengan harapan terlaksananya UN yang lancar tanpa adanya kecurangan dan halangan khususnya di sekolah tersebut.

“Hari ini hari keempat atau hari terakhir UN tingkat SMP. Saya mengamati, pelaksanaan UN di SMP 33 ini memang berjalan dengan baik dan tertib. Walaupun ada dua siswa yang sakit, namun Alhamdulillah yang bersangkutan masih bisa menyelesaikan soal ujiannya dengan baik,” ujar Wawako kepada wartawan setelah peninjauan. Kemudian Wawako juga menyampaikan, selamat ujian bagi 178 murid yang ikut UN di SMP 33. Kemudian juga, terima kasih kepada para petugas baik panitia, pengawas, Kepala Sekolah, guru serta dari unsur Polsekta yang hadir dan selalu melakukan tugasnya dengan baik.

“Kita tentu berharap, proses UN harus betul-betul dilaksanakan peserta secara baik. Kepada seluruh murid yang ikut UN, saya selalu mendoakan semoga sukses dan lulus seratus persen. Sehingga setelah lulus bisa melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang diingini dan lebih baik tentunya,” pungkasnya. Sementara itu Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 33, Rohabdi Rusdan menyebutkan, ketika ditanyakan ada ditemukan kendala, dia mengakui yang urgen dihadapi memang tidak ada. Cuma masalahnya pada hari ini satu orang murid mendadak sakit demam.

“Murid tersebut setelah menandai Lembar Jawaban Komputer (LJK)-nya melapor terganggu melaksanakan ujian karena sakit. Sehingga itu pengawas melaporkan dan panitia membawa anak tersebut ke ruangan panitia. Disaksikan seluruh panitia dan pengawas termasuk pihak Polsek, anak tersebut ujian dengan dibantu pengawas cadangan untuk menghitamkan LJK-nya,” sebut Rohabdi.

Rohabdi juga memaparkan, peserta UN di SMPN 33 tahun ini berjumlah 178 murid diantaranya laki-laki 90 orang dan perempuan 88 orang. Untuk soal ujian tidak ada yang rusak dan utuh semua, kemudian kunci jawaban tidak ada yang masuk ataupun bocor. “Untuk kecurangan tidak ditemukan di sini. Mungkin karena pengawasnya sistem silang, lalu setiap tamu yang datang dipantau dan ditanyakan. Anak-anak yang izin keluarpun juga selalu dipantau. Alhamdulillah pelaksanaan UN dari awal hingga hari terakhir semua peserta mengikutinya dengan baik. Harapan kita tentu, semua murid lulus seratus persen,” imbuhnya. (David / Bst/ Fsl)

google+

linkedin