BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)--Polres Kota Pariaman, unjuk gigi tangkap  15 orang tersangka kasus perjudian, di bulan suci Ramadhan 1437 H.  Dua diantaranya diduga merupakan Abdi Sipil Negara (ASN)  Pemko Pariaman, Jumat, 10 Juni 2016. dinihari.

Kapolres Kota Pariaman AKBP Rico Junaldy, mengatakaan,  15 tersangka tersebut diciduk di dua tempat. Rico Junaldy, mengaku sangat  menyayangkan perjudian itu dilakukan di saat bulan suci Ramadhan. 

Pada hal bulan Ramadhan merupakan bulan rahmat, bulan ampunan dan untuk beramal bagi umat Islam. Sementara mereka mengaku beragama Islam, tetapi pekerjaan dan tingkah lakunya tidak mencerminkan sebagai orang beragama Islam. 

"Sekarang ke 15 tersangka itu telah kita amankan di Polres Pariaman.  Penangkapan dilakukan pada dua lokasi berbeda," ungkapnya.

Penangkapan pertama di Desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Paariaman, tertangkap tangan tiga pelaku inisial RS, JM dan FF dengan barang bukti kartu remi dan uang tunai Rp1,45 juta.

"Di meja lainnya pada lokasi yang sama kita juga mengamankan empat pelaku ZL, MF, RS, dan AL dengan barang bukti berupa kertas rekapan judi, kartu remi dan uang tunai sebanyak Rp167 ribu," jelasnya.

Tidak sampai disitu, kepolisian kembali menangkap delapan orang pelaku perjudian di Desa Padusunan dengan barang bukti kartu remi dan uang tunai Rp 652 ribu.

Seluruh tersangka, kata dia saat ini sudah diamankan di Mapolres Pariaman untuk diproses lebih lanjut. Terkait dugaan keterlibatan ASN, kepolisian akan melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

"Kita akan pastikan dulu status kepegawaian pelaku, apakah memang terbukti ASN atau tidak dan tentunya perlu koordinasi dengan BKD," katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pariaman, Irmadawani, saat dihubungi wartawan mengatakan belum mengetahui adanya dugaan keterlibatan ASN dalam kasus perjudian tersebut.

"Kita belum mengetahui adanya ASN Kota Pariaman yang terlibat kasus perjudian dan tentunya akan saling berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikanya," katanya.

Pihaknya akan menindaklanjuti permasalahan itu jika memang terbukti adanya pelanggaran Undang-Undang ASN. "Sanksinya sesuai UU ASN bagi pelaku," tegasnya. (amir)

google+

linkedin