BIJAK ONLINE (Pasaman Barat)-Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat, yang bekerjasama dengan Badan  Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar menyalurkan bantuan modal pengembangan  usaha kepada 25  keluarga miskin (Mustahik) di Kabupaten Pasaman Barat,  dengan total Rp 50 juta.

"Bantuan paket modal usaha ini dimaksudkan untuk memberdayakan dan meningkatkan kemampuan keluarga kurang mampu penerima zakat (mustahik). Ini adalah upaya meningkatkan  usaha dan pendapatannya agar dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarga," sebut Ketua Umum LKKS Sumbar, Nevi Zuraida, istri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat memberikan sambutannya  pada acara penterahan bantuan modal pengembangan usaha bagi Mustahik di Pasaman Barat, di Aula Rumah dinas bupati Pasaman Barat, Sabtu, 4  Juni 2016. 

Menurut Nevi Zuraida, paket bantuan modal yang diberikan kepada masing-masing penerima bantuan tersebut senilai Rp 2 Juta. "Saya mengharapkan para penerima bantuan  dapat memanfaatkan bantuan yang diberikan sebaik-baiknya, dengan terus berupaya meningkatkan usaha yang selama ini telah digelutinya, agar dapat menambah pendapatan  dan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari," katanya.

Kemudian, kata Nevi, jika sekarang bapak atau ibu-ibu  menjadi penerima, semoga dimasa yang akan datang dapat berhasil, bahkan untuk menjadi pemberi zakat (muzaki) hendaknya. "Jangan sampai lupa pula bersyukur sama Allah," katanya pada kegiatan yang juga dihadiri Ketua Basnas Provinsi Sumbar, Syamsul Bahri khatib, Ketua LKKS Pasaman Barat, Ny. Yun Syahiran, dan Sekdakab Pasaman Barat.

Selanjutnya, kata Nevi lagi, penyerahan bantuan ini juga memberikan motivasi kepada para keluarga mampu dan pemberi zakat di daerah agar dapat membayarkan zakat pada badan amil zakat setempat. Dengan begitu badan amil zakat di daerah dapat melakukan  hal yang serupa bagi masyarakat kurang mampu yang berada dilingkungannya. Ini tentunya upaya untuk memupuk kebersamaan , semangat kekeluargaan, kepedulian dan kesetiakawanan sosial, sesuai dengan azas yang terkandung dalam penyelenggaraan sosial.

"Sebagai lembaga yang berfungsi mengkoordinasikan penyelenggaraan sosial yang dilaksanakan lembaga-lembaga sosial dan masyarakat, maka LKKS sangat berkepentingan, bahwa semangat kesetiakawanan dan kepedulian sosial tersebut dapat menjadi modal sosial yang sangat penting dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial," terangnya.

Sebab itu,  Ny Nevi Irwan Prayitno menambahkan perlu terus berinisiatif menciptakan wadah penerapan semangat kesetiakawanan sosial tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya melalui kegiatan pertemuan silaturahim antar masyarakat, bakti sosial, kegiatan ekonomis dan produktif serta bentuk lainnya.

"Sehubungan dengan itu, LKKS Sumbar memandang pentingnya menumbuhkan , dan mengembangkan pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) sebagai lembaga kesejahteraan sosial. Itu dapat menjadi wadah komunikasi, dan koordinasi antar kelompok masyarakat, maupun lembaga sosial yang ada. Sehingga dapat menggalang semangat, dan kegiatan kebersamaan serta kesetiakawanan sosial antara para  keluarga di tingkat desa dan nagari," ujarnya. (Humas Sumbar

google+

linkedin