BIJAK ONLINE (Pekanbaru)-Wakil Sekretaris Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau, Deni Ermanto Iddehan menyebutkan, dana pembinaan untuk atlet yang lolos PON, langsung di transfer ke rekening atlet yang bersangkutan.

"Sebelumnya, kami di KONI diprotes oleh para pelatih dari cabang olahraga dan tetapi setelah diadakan dialog, ditemui kesepakatan, bahwa dana binaan untuk atlet lagsung ditransfer ke rekening masig-masing atlet," kata Deni Ermanto Iddehan, ketika berbincang-bincang dengan Tabloid Bijak dan Padangpos.com, Jumat, 3 Juni 2016 di Kantor KONI Riau, Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru.

Menurut Deni, keberatan para pelatih waktu itu ada benarnya juga, karena yang tahu dengan atlet tentu pelatihnya. "Para pelatih itu menjelaskan, kalau atlet yang lagi dibinanya sudah turun prestasinya dan bahkan ada atlet itu yang tidak disiplin," katanya.

Kemudian, kata Deni, Ketua Bidang Prestasi, Ridaswin memberikan penjelasan dan masalah atlet yang tidak displin, langsung dicoret, walaupun yang bersangkutan lolos PON by name. "Selama pelatda, sudah ada tiga atlet yang dicoret dari kontingen," katanya.

Selama pelatda atau TC berjalan sejak Januari 2016 lalu, kata Deni, semua atlet yang lolos PON diberikan uang saku Rp 1 juta. Tapi untuk  atlet binaan khusus diberikan uang saku senilai Rp 3,5 juta untuk peraih medali emas di pra-PON dan Porwil, Rp 2,5 juta untuk perak dan Rp 1,5 juta untuk perunggu. "Kita baru menanggung semua kebutuhan atlet setelah masuk TC penuh, yakni Agustus 2016 mendatang," ujanya. (PRB)   

google+

linkedin