BIJAK ONLINE (Padangpanjang)-Peserta Musorkotlub KONI Padangpanjang mendaulat, Hendri Arnis menjadi koordinator formatur, yang bertanggungjawab memilih dan menyusun kepengurusan KONI Padangpanjang periode, 2016-2020.

Hendri Arnis yang didaulat peserta Musorkotlub KONI Padangpanjang, yang dibuka Plt KONI SUmbar, Syaiful SH Mhum, karena tak satu pun kandidat yang mau mencalonkan diri untuk menjadi Ketua Umum KONI Padangpanjang. 

Kemudian, peserta Musorkotlub KONI Padangpanjang, juga memilih empat anggota formatur, yakni Fadlimus dari Pengcab PSSI, Arkes Refages dari Pengcab Wushu, Dedi Yendri dari Pengcab Kodrat dan Diafianus. Koordinator formatur dan empat anggotanya, hanya diberikan waktu selama tiga puluh hari, terhitung, Kamis, 2 Juni 2016. 

Plt KONI Sumbar, Syaiful SH Mhum menyampaikan rasa kagetnya. "Saya sungguh tak menyangka, kalau sampai tak ada kandidat yang mau maju mencalonkan diri," katanya.

Sebelumnya, kata Syaiful, dirinya memang ketika memberikan kata sambutan pada acara pembukaan musorkotlub, mengingatkan para peserta untuk menghormati surat mendagri dan surat edaran Gubenrur Sumbar yang melarang jabatan rangkap. "Tampaknya, figur olahraga di Padangpanjang, takut memanfaatkan dana hibah dari APBD Padangpanjang , yang menurut mereka beresiko hukum," kata pengacara ini.

Padahal, kata Syaiful, kepengurusan KONI Padangpanjang tak perlu takut, asal mengikuti Perwako dan aturan lainnya. "Penggunaan dana hibah tersebut sudah ada aturan dan pentujuknya," kata Ketua YAPI Padang ini.

Sedangkan masalah keputusan peserta Musorkotlub yang mendaulat, Walikota Padangpanjang, tak ada masalah, soalnya Hendri Arnis hanya sebagai koordinator formatur yang diberikan tanggungjawab memilih dan menyusu kepangursan KONI Padangpanjang selama tiga puluh hari. "Kita tunggu saja dulu, siapa yang bakal dipercaya koordinator formatur untuk menjadi Ketum KINI Padangpanjang dan yang jelas tak boleh jabatan rangkap," katanya. (PRB)

google+

linkedin