BIJAK ONLINE (Padang)-Kendati masih dalam tahap penggerjaan, namun Masjid Raya Sumatera Barat tetap dibuka bagi masyarakat selama Ramadan. Kegiatan ibadah Ramadan di Masjid Raya tahun ini dipusatkan di lantai dasar, karena di lantai 2 sedang dalam penuntasan. 

Pada pelaksanaan salat tarawih di Masjid Raya, Senin malam, 6 Juni 2016, hampir 2 ribu warga Kota Padang turut menjadi jamaah tarawih, memenuhi lantai dasar masjid kebanggan rang minang dimaksud. Karena kondisi dimaksud tidak sedikit jamaah yang mengeluh akibat suhu ruangan yang panas.

Keluhan dimaksud salahsatunya disampaikan Joni warga Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara. Joni mengatakan, karena suhu yang panas, peluh bercucuran sehingga menganggu khusyuknya salat. “Keringat ini tidak berhenti menetes. Jadi tidak nyaman salatnya. Mungkin kipas angin perlu ditambah,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan Afrizal, jamaah yang datang dari Kampung Kalawi, Kota Padang. Karena suhu ruangan yang panas, pihaknya terpaksa memilih melanjutkan salat witir di rumah usai menuntaskan 8 rakaat tarawih berjamaah.

Menyikapi keluhan-keluhan jamaah, Ketua Pengurus Masjid Raya Sumatera Barat, Yulius Said mengakui, sebelumnya pengurus telah memprediksi suhu ruangan akan terasa panas karena masih ditutup dinding sementara, sampai penggerjaan tuntas. Menyikapi hal itu panitia telah memasang 6 kipas tambahan, yang ternyata belum mampu menyejukkan suhu ruangan.

“Kita sudah sampaikan kondisi ini ke jamaah. Ternyata ada jamaah yang menyambut positif untuk membelikan 10 pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC). Itupun tidak bisa langsung dipasang karena distributornya ternyata baru bisa mengirim 3 stok saja,” ungkapnya.

Selain masalah barang yang belum datang, lanjut Yulius, pemasangan AC di Masjid Raya juga terkendala daya listrik yang tidak memadai. Saat ini daya listrik yang tersedia di Masjid Raya mencapai 41 Ribu Watt, yang sebagian telah dipakai untuk penerangan. Sementara kebutuhan daya listrik untuk pemasangan 10 unit AC mencapai 60 ribu watt.

“Kita mutlak harus tambah daya untuk bisa pasang 10 AC. Ini yang akan kita bicarakan dengan seluruh pengurus tentang penggunaan infaq untuk menambah daya”, paparnya.

Sementara itu, saat ini proses pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat telah mencapai 65 persen. Untuk melanjutkan pembangunan, masih membutuhkan biaya mencapai Rp127 Miliar. Sementara dana yang telah teralokasi 2016 senilai Rp 71,5 Miliar. Terdiri dari Rp 38 miliar dari APBD Sumatera Barat, Rp 22,5 miliar bantuan keuangan provinsi lain dan Rp 11 miliar dari APBN.

google+

linkedin