AKBP Reh Ngenana

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Reh Ngenana, menghimbau agar masyarakat Kabupaten Solok tidak melakukan pembakaran petasan selama bulan ramadhan 1437 H, karena akan mengganggu kenyamanan umat Islam beribadah. Selain itu, petasan juga akan mengganggu pengguna jalan karena biasanya petasan dibakar dan dilempar ke jalan raya serta bisa menimbulakan kecelakaan.

“Apapun bentuknya petasan, tetap kita larang karena akan mengganggu kenyaman masyarakat, apalagi umat Islam pada bulan puasa beribadah siang malam,” tutur AKBP Reh Ngenana, Minggu (5/6).

Dijelaskan AKBP Reh Ngenana, pihak Polres Arosuka Kabupaten Solok, sudah melakukan kerjasama dengan para walinagari yang ada di Kabupaten Solok agar ikut mensosialisasikan larangan petasan dan mercon selama bulan ramdhan melalui himbauan dari masjid-masjid dan mushalla yang ada di nagari masing-masing. 

Sementara bagi yang melanggar, bisa dikenakan pelanggaran terhadap Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 187, Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang bahan peledak. Dalam undang-undang ini sudah diatur soal bahan peledak yang menimbulkan ledakan dan dianggap mengganggu lingkungan. “Tidak hanya pengguna petasan, bagi penjual dan pembawa juga bisa dikenakan pasal tersebut dan kita berharap di Kabupaten Solok hal itu tidak ada,” harap AKBP Reh Ngenana.

Menurut AKBP Reh Ngenana, segala jenis petasan dilarang kecuali kembang api karena kembang api bukan petasan dan tidak menimbulkan bunyi yang akan mengganggu masyarakat sekitar dan pengguna jalan raya. Sementara bagi yang membandel, bisa dikenakan UU Darurat Pasal 12 Tahun 1951 dengan ancaman 12 tahun penjara (wandy)

google+

linkedin