BIJAK ONLINE (Padang)-Mantan Ketua Umum KONI Sumatera Barat, Dr Syahrial Bakhtiar, Mpd mengakui, kalau pengembalian dana hibah yang dipersoalkan Inspektorat Sumbar masih belum tuntas seluruhnya.

"Pengembalian dana hibah untuk keperluan KONI Sumbar, memang belum tuntas semuanya," kata Syahrial Bahktiar, ketika dihubungi Tabloid Bijak dan padangpos.com, Minggu, 12 Juni 2016.

Menurut Syahrial Bakhtiar, sebenarnya hasil temuan inspektorat ini, bukan informasi untuk kosumsi publik. "Saya menilai Tabloid Bijak sengaja memojokan saya dan Tabloid Bijak juga pakai strategi belah bambu, saya dipijak dan satu lagi diangkat dan beritanya tak berimbang," kata pakar olahraga ini.

Kemudian, kata Syahrial Bakhtiar, pemeriksaan dirinya di isnpektoral sudah selesai dan hanya tinggal pengembalian dana hasil temuan. "Masyarakat Sumbar kan tidak tahu persoalan yang sebenarnya, bagaimana saya menjalankan KONI Sumbar tanpa didukung dana hibah dari pemerintah selama delapan bulan," kata pelatih tenis lapangan ini.

Sebelumnya, Kepala Inspeltorat Sumatera Barat, Erizal ketika dihubungi menyebutkan, hasil laporannya sudah dikirimkan ke KONI Sumbar. "Saya sekarang lagi dalam perjalanan menuju Agam bersama rombongan Tim Safari Ramadhan," katanya.

Secara terpisah, Plt KONI Sumbar, Syaiful SH Mhum ketika dikonfirmasi menyebutkan, masalah pengembalian dana yang ditemukan inspektorat kepada panitia Porwil berupa kelebihan dana kosumsi akomudasi, memang sudah dikembalikan ke kas daerah. Sedangkan mengenai pengembalian dana dari pak Syahrial Bakhtiar, saya belum tahu tuh," katanya singkat melalui selulernya. 

Berdasarkan data Tabloid Bijak, mantan Ketua KONI Sumbar harus mengembalikan pembayaran uang taktis panitia kontingen senilai Rp 100.000.000. Kemudian mengembalikan kemahalan harga pengadaan perlengkapan kontingen Porwil IX senilai Rp 248.794.000. Pengembalian uang itu ke Kas Daerah. (Baca juga berita yang berjudul: Mantan Ketum KONI Sumbar Siap Mengembalikan Dana Sesuai Hasil Audit Inspektorat,:)

Kemudian berdasarkan data LSM Mamak, persoalan dana hiba itu sudah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sumbar. "Berdasarkan data yang ada, terdapat dugaan penyalagunaan dana hibah KONI Sumbar yang berasal APBD Sumbar Tahun 2015 yang diduga dilakukan oleh DR. Syahrial Bakhtiar, M.Pd sebesar Rp. 348.794.000 dan ditambah dengan bantuan dana pihak ketiga PT. Semen Padang sebesar Rp. 300.000.000," kata Jamalus Datuak Rajo Balai Gadang.

"Penyalahgunaan dana hibah lainnya, disinyalir atau diduga bantuan peralatan dari KONI Sumbar sebesar Rp. 46.704.545,- yang diduga dilakukan oleh Syafrizal Bakhtiar, PT. Tridaya penyedia tiket sebesar Rp. 13.518.780, penjahit Dunia Baru sebesar Rp. 11.449.500,- dan masing-masing cabang olahraga PPN dan PPh sebesar Rp. 131.947.058,- dan kelebihan dana uang harian dan uang konsumsi Panitia Tim Porwil Sumbar sebesar Rp. 44.900.000," katanya.

Selanjutnya, kata Jamalus, dari sejumlah pengeluaran dana hibah dari KONI Sumbar tersebut, hampir semuanya tidak dilengkapi dengan pertangungjawaban, " kata Jamalus. (PRB)

google+

linkedin