BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)-Usaha Kelompok Tani Wanita (UKTW) Kampung Tangah Sepakat, Korong Kampung Tangah Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, makin berkembang dan maju. Buktinya, banyak permintaan pasar yang tidak bisa dipenuhi. 

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Badan Penyuluhan Pertanian Perikanan Kehutanan dan Ketahanan Pangan, Ir. Dawanis, mengatakan, suatu usaha bisa dikatakan berkembang dan maju apabila produk yang dihasilkan selalu habis di pasar dan permintaan selalu meningkat setiap minggunya.

Dawanis, mengatakan hal itu, dalam acara Hari Ulang Tahun Pertama KWT Kampung Tangah Sepakat, Kamis (2/6/2016) di Kantor Korong Kampung Tangah. Hadir dalam acara itu, Ir. Syafruddin, Ir. Nurman, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL)  VII Koto, Mulsim dan Penyuluh Pertanian Hasan Basri, Sekretaris Wali Nagari Lurah Ampalu, Kasril dan Wali Korong Kapung  Tangah, Adatman Akbar. 

Menurut Dawanis, sebagian besar konsumen pasar, sudah beralih membeli makanan produk local dan telah meninggalkan produk luar, karena produk luar, umumnya memakai pengawet dari kimia yang dapat merusak kesehatan tubuh manusia. Sementara produk lokal berasal dari tanaman dan tumbuhan alami tidak memakai pupuk orea tetapi memakai pupuk organic atau pupuk kandang.

Lebih jauh disampaikan Dawanis, pangan olahan  siap saji memakai bermacam-macam resep  dari alat kimia, sebagai konsumen perlu berhati-hati dan waspada terhadap bahaya mengkonsumsi pangan siap saji tersebut, Pemerintah Padang Pariaman, di bawah kepemimpinan Bupati Ali Mukhni duet Suhatribur, sangat apresiasi Usaha KWT Kampung Tanagah Sepakat.

Sementara itu, Ir. Syafruddin, minta kepada anggota KWT untuk selalu bersyukur kepada Allah Swt, atas nikmat dan karunia, karena Allah swt, sudah berjanji akan selalu menambah nikmat dan karunianya kepada siapa orang yang pandai bersyukur. Sebaliknya, bagi orang yang tidak bersyukur, ingatlah azab Allah swt, lebih dahsyat, bisa-bisa usaha yang sudah mulai berkembang ini hancur kembali.

Ketua KWT Kampung Tangah Sepakat, Muziarni didampingi Bendaharanya, N. Wellia Y dan Wali Korong Kampung Tangah Adatman Akbar, mengatakan,  produk usahanya, berkemabang dari segi permintaan dan berkembang juga dari segi jenis produknya.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Kampung Tangah Sepakat ni berdiri genap satu tahun. Jenis produksinya, berupa makanan ringan seperti, dendeng jantung pisang, dendeng singkong (ubi parancih) dendeng labu, dendeng wartel, dendeng kentang, dendeng ubi ungu dan dendeng jagung.  Kemudian manisan papaya,keripik singkong, keripik pisang, stik labu dan ladu arai pinang.

Makanan ringan usaha KWT Kampung Tangah Spakat ini, telah masuk ke swalayan, supermarket dan warung-warung  kopi serta rumah rumah makan dan yang tidak kalah pentingnya pesanan dari perantau, seperti Malaysia, Kalimantan, Pekanbaru, Jakarta, Jambi, Batam dan Tanjung Pinang. 

Menurut Wali Korong Kampung Tangah Adatman Akbar, pengurus terkendala dari permodalan, untuk persedian sarana prasarana, untuk beli bahan baku dan untuk biaya pemasaran. “Kami berharap kepada semua pihak, terutama Wali Nagari Lurah Ampalu, untuk dapat memberikan bantuan dana dari dana nagari Tahun Anggaran 2016 ini, “ ujarnya. (amir)

google+

linkedin