BIJAK ONLINE (Padang)-Ketua Organda Sumatera Barat. S Budi Syukur dan Plt Ketum KONI Sumbar, Syaful SH Mhum sengaja meluangkan waktunya untuk berbuka bersama dengan jajaran Bara Online Media (BOM), di Jalan Siak Nomor 4, Kelurahan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Selasa, 5 Juli 2016.

"Kami memang sengaja memilih hari terakhir dari Ramadhan untuk melaksanakan acara buka bersama yang diiringi takbir menyambut 1 Syawal 1437 Hijriah," kata Jhon Edward Rhony salah seorang pimpinan di Bara Online Media (BOM).

Menurut redaktur pelaksana Harian Metro Andalas ini, acara berbuka bersama di Posko BOM hanya dilaksanakan secara sederhana tanpa protokoler dan begitu beduk tanda berbuka tiba, semua yang hadir langsung menyantap hidangan yang telah disediakan. "Setelah salat magrib, baru kami makan dengan kuliner rendang cita rasa Solok, goreng jengkol tambah ikan teri dengan samba lado yang mengundang salero," kata putra Kuranji yang telah malang melintang di dunia jurnalistik ini.

Kemudian, kata JER begitu panggilannya, yang diundang untuk berbuka bersama ini memang terbatas, mengingat kondisi posko BOM. "Bagi rekan-rekan wartawan dan pejabat yang tak sempat kami undang, mohon maaf lahir bathin, karena hasrat hati ingin memeluk gunung, tapi apa daya tangan tak sampai," kata mantan wartawan Harian Haluan Padang ini.

Jujur, kata JER lagi, kehadiran Ketua Organda Sumbar, S Budi Syukur, Plt Ketum KONI Sumbar, Syaiful SH Mhum,  serta Kepala Badang Pemberdayaan Masyarakat (BPM), Drs Syafrizal Ucok MM, Ketua Perguruan Silat Singo Berantai, Zulhendri Ismet dan Naro Rajo Jambi, Busmar, Alfauzi, dan Syurya, sudah merupakan kebahagian bagi jajaran BOM. 

Sedangkan dari BOM, hadir Yal Aziz, Aries Chandara, Noa Rang Kuranji dan Taf Chaniago, serta Rizal Pilano yang sengaja datang setelah meliput acara berbuka Proseden RI, Jokowi bersama Gubernur Sumbar, di Rumah Makan, Sederhana Jalan Rasuna Said. 

Sementara undangan yang tak sempat menghadiri undangan acara berbuka, Musfi Yendra, Novermal Yuska, Zulhelfi Sikumbang, Jasman Rizal, Hasbi Tanjung, Zainil Tanjung, karena secara kebetulan ada kegiatan masing-masing, yang tak mungkin mereka tinggalkan. (Ndu) 

google+

linkedin