KABUT hitam sepertinya tidak henti-hentinya menyelimuti induk Organisasi Olahraga Kabupaten Solok dalam satu tahun terakhir. Seperti diketahui bersama, sebelum terpilihnya Rudi Horizon menjadi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Solok untuk priode 2016-2021, melalui Musorkab Luar Biasa pada Kamis 30 Juni 2016  lalu, KONI Kabupaten Solok dipimpin oleh H. Atmi Pomi.

Namun Kepengurusan H. Atmi Pomi dilengserkan dengan Mosi tidak percaya dari myoritas kepengurusan KONI Kabupaten Solok, terkait adanya dugaan penyelewengan dana multi event olahraga yang digelar KONI Kabupaten Solok pertengahan tahun 2015 silam.

Prahara dan perpecahan ditubuh pengus KONI Kabupaten Solok, menjadi pembicaraan hangat dikalangan pelaku olahraga dan di pemerintahan Kabupaten Solok. Seiring mencuat dan beredarnya surat pemohonan pemeriksaan khusus terhadap Pengurus KONI tersebut. Dalam Musorkablub KONI Kabupaten Solok tanggal 30 Juni lalu itu, terpilih Rudi Horizon atau yang akrab dipanggil Rudi Cader sebagai Ketua Komite Olah raga Nasional Indonesia Kabupaten Solok. 

Rudi Horizon meraih 24 suara, sementara rivalnya Doni Zulkifli, hanya meraih 7 suara. Rudi Horizon yang juga pelatih Kempo Sumbar itu, terpilih secara demokratis dan ditetapkan pada sidang pleno ke-3 untuk memimpin KONI Kabupaten Solok. Acara  Musorkablub juga dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Ketua umum KONI Sumatera Barat, Syaiful dan Sekdakab Solok, M. Saleh. Bahkan menurut Syaiful, hasil dari Musorkablub ini sudah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ada dan untuk Musorkablub KONI Kabupaten Solok itu sudah memenuhi salah satu unsur yaitu, diusulkan oleh 2/3 atau lebih pengurus cabang Olahraga yang ada.

Sejak terpilihnya Rudi Horizon menjadi Ketua KONI Kabupaten Solok, mulailai timbul pro dan kontra dari para tokoh masyarakat dan dari gedung parlemen Kabupaten Solok sendiri. Alasannya hanya satu, Rudi Horizon bukan Putra Asli Daerah (PAD) Kabupaten Solok asli. Meski hal itu tidak ada larangan, namun posisi Rudi Horizon masih rapuh. Menurut Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen Sutan Putiah, 7 Fraksi yang ada di DPRD akan menggelar Paripurna Khusus tentang KONI, jika pemerintah masih bersikukuh melantik kepengurusan Rudi Horizon. 

“Disamping bukan PAD, Bapak Rudi sepertinya dikondisikan untuk menjadi Ketua KONI Kabupaten Solok, sebab saya mendapat laporan bahwa satu hari sbelum acara pemilihan Ketua KONI, semua yang punya hak suara dikumpulkan di rumah salah satu pendukung untuk meloloskan Rudi Horizon. Jadi ini saya lihat tidak fair dan pemilihan harus dilakukan ulang,” tutur Septrismen. Hal yang sama juga dismpaikan Patris Chan, SH, anggota DPRD Kabupaten Solok, bahwa terpilihnya Rudi Horizon seperti mencoreng aib Kabupaten Solok yang dinilai tidak memiliki putra daerah yang memeliki SDM untuk memimpin KONI. 

Sementara menurut Ketua LKAAM Kabupaten Solok, H. Syafri Dt Siri Marajo, SH, Rudi Horizon sudah sah menjadi Ketua KONI, justru yang salah adalah yang menyalurkan hak suara. “Sekarang sudah terpilih kok diributkan, kok tidak dari awal?,” terang Syafri Dt Siri Marajo. Sementara menurut Bupati gusmal, musyawarah merupakan wadah untuk mencari titik temu dari segala persoalan yang terjadi saat ini. Semua yang ada adalah kebulatan tekad untuk kemajuan dunia olah raga Kabupaten Solok.
Pemilihan Ketua KONI Kabupaten Solok memang berjalan alot dan dihujani instruksi terhadap dasar pelaksanaan musorkablub hingga tata tertib musyawarah, menjadi gambaran hangatnya dinamika Musorkablub yang dipimpin oleh Madra Indriawan, Ricky Carnova dan Darmansyah dari perwakilan KONI Provinsi Sumatera Barat. Kita semua berharap, agar kabut hitam di KONI Kabupaten Solok cepat berlalu, karena dalam waktu dekat akan menghadapi Porprov di kota Padang. Semoga semua pihak dan pelaku kepentingan bisa berlaku bijak dalam mengambil keputusan. Semoga!(Penulis wartawan yang berdomisili di Solok).

google+

linkedin