BIJAK ONLINE (SOLOK)-Bupati Solok, H. Gusmal berharap dari pelaksanaan Musorkablub KONI Kabupaten Solok akan mampu menyatukan perbedaan dan polemik yang melanda induk organisasi olahraga selama ini.

“Mudah-mudahan hasil Musorkablub ini mengahsilkan persamaan presepsi karena selama ini kepengurusan KONI Kabupaten Solok diguncang berbagai persoalan,” tutur Gusmal ketika diminta pendapatnya seputar Musorkablub KONI Kabupaten Solok. 

Menurut Gusmal, musyawarah merupakan wadah untuk mencari titik temu dari segala persoalan yang terjadi saat ini. Semua yang ada adalah kebulatan tekad untuk kemajuan dunia olahraga Kabupaten Solok," sambungnya.

Minggu lalu, Rudi Horizon atau akrab dipanggil Rudi Cader, terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Solok, pada Musorkab Luar Biasa KONI setempat yang dilaksanakan di Arosuka.

Musyawarah yang diselanggarakan di Ruang Pelangi, dihadiri oleh 29 cabang olahraga pemilik hak suara sah tersebut, Rudi Horizon yang juga pelatih Kempo Sumbar itu, terpilih secara demokratis dan ditetapkan pada sidang pleno ke-3 untuk memimpin KONI Kabupaten Solok lima tahun kedepan. 

Acara  Musorkablub juga dihadiri Pelaksana tugas (Plt) Ketua umum KONI Sumatera Barat, Syaiful dan Sekdakab Solok, M. Saleh. "Yang pasti Musorkablub ini sudah memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ada dan untuk Musorkablub KONI Kabupaten Solok itu sudah memenuhi salah satu unsur yaitu, diusulkan oleh 2/3 atau lebih pengurus cabang Olahraga yang ada,” tutur Plt. Ketua KONI Sumbar, Syaiful. 

Dia berharap kepada pengurus baru KONI Kabupaten Solok untuk bergerak cepat dalam menyusun kepengurusannya, yang merupakan tim kerja dalam membangun olahraga Kabupaten Solok, karena Porprov sudah di depan mata. 

Namun hasil dari Musorkab Luar Biasa KONI Kabupaten Solok itu, tidak disambut gembira oleh semua elemen masyarakat. Anggota DPRD Kabupaten Solok, Patris Chan, SH, mengkritik tajam atas terpilihnya Ketua KONI Kabupaten Solok, Rudi Horizon. Menurutnya, terpilihnya Rudi Horizon karena adanya intervensi beberapa orang. 

“Saya heran dengan tokoh-tokoh masyarakat Kabupaten Solok, kok malah senang memilih orang yang di luar asal Kabupaten Solok seperti Bapak Rudi Horizon. Sepertinya tidak ada putra daerah Solok sendiri yang mampu untuk memimpin KONI. Kenapa harus orang luar Solok yang dipilih,” tutur Patris Chan, Rabu (6/7) yang meminta media ini menulis besar-besar kritikannya. 

Kemenagan Rudi, jelas menyisihkan calon lain yakni Doni Zulkifli yang mengantongi 7 suara. Sementara Rudi yang juga Wakil Ketua Umum Perkemi Sumbar ini terpilih dengan perolehan 24 suara.

Sejak awal pelaksanaan musyawarah hingga proses akhir pemilihan, semuanya berjalan alot dan menegangkan. Hujan interupsi terhadap dasar pelaksanaan musorkablub hingga tata tertib musyawarah, menjadi gambaran hangatnya dinamika Musorkablub yang dipimpin oleh Madra Indriawan, Ricky Carnova dan Darmansyah dari perwakilan KONI Provinsi Sumatera Barat (wandy)

google+

linkedin