Keterangan foto: Wabub Solok, Yulfadri Nurdin, SH, tampak ikut memancing bersama ratusan masyarakat yang datang dari seluruh Kecamatan Hiliran Gumanti bahkan dari pengemar mancing mania dari seluruh Kabupaten Solok

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, membuka secara resmi panen ikan larangan, bertempat di Jorong Panasahan, Nagari Sungai Abu, kecamatan Hilran Gumanti, Kabupaten Solok, Sabtu pagi, 9 Juli 2016.  

Acara yang dihadiri hampir 1000 orang pengemar manciang mania dan tukang jaring ikan, juga dihadiri Camat Hilran Gumanti, Syafruddin, para walinagari se kecamatan Hilaran Gumanti, tokoh masyarakat setempat, Drs. Rusli Intan Sati, MM, Zulbakti, SPd, para kepala jorong, Kapolsek Hiliran Gumanti dan unsur BMN dan KAN Nagari setempat.

Menurut Wakil Bupati Solok, panen ikan larangan yang dilakukan sekali satu tahun di sepanjang aliran Sungai Batang Hiliran Gumanti, nagari Sungai Abu dan Sariak Alahan Tigo tersebut, bisa membangkitkan rasa kebersamaan antar masyarakat nagari dan akan dijadikan ivent mancing bersama di Kabupaten Solok. 

"Acara panen bersama ikan larangan ini juga akan kita jadikan salah satu potensi wisata mancing mania di Kabupaten Solok dan teruslah kita pertahankan," ajak Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin. Wabub Solok juga berjanji akan memperbaiki sarana pendukung seperti pembangunan jalan ke lokasi ikan larangan tersebut pada APBD mendatang. 

"Kita sangat mendukung partisipasi masyarakat yang ikut menjaga kelestarian sungai dan isinya dan bisa melaukan panen bersama-sama setiap tahunnya, sehingga hal ini juga menimbulkan rasa kebersamaan sesama kita," sambung Yulfadri Nurdin. 

Wabub Solok itu juga langsung membuka acara tersebut dengan terjun ke sungai dengan melempar jala serta melakukan pelemparan pancing pertama bertanda acara panen ikan larangan itu resmi dibuka.

 Tokoh masyarakat setempat, Rusli Intan Sati menyebutkan bahwa panen ikan larangan di Panasahan ini dilakukan satu kali setiap satu tahun sekali dan masyarakat Hilran Gumanti secara bersama-sama menjaga ikan larangan tersebut dari pencurian tangan jahil. 

"Kita sudah sepakat kalau ada yang mencoba-coba mencuri ikan larangan ini, baik dengan cara memancing, menjala dan juga sentrum, maka akan kita berikan sanksi yang tegas, sehingga pencuri ikan kapok," tutur Ketua PB NU Kabupaten Solok itu. 

Ditambahkannya, dari hasil panen ikan garing dan lain sebagainya, bisa dikumpulkan dana sekitar Rp 50 juta dan digunakan untuk pembangunan nagari dan kegiatan kepemudaan.

Hal yang sama juga disampaikan tokoh pemuda setempat, Ajo (25) bahwa pemuda dan aparat nagari secara bersama-sama ikut menjaga ikan larangan tersebut dari penjarah ikan liar. "Alhamdulillah kami setiap tahun ikut menjaga ikan larangan ini dan mencurigai setiap orang yang masuk kalau mereka berniat mencuri ikan dari sungai larangan ini," tutur Ajo mengakhiri (wandy)




google+

linkedin