BIJAK ONLINE (Kt. Pariaman)—Wakil Gubernur, Sumatera Barat, Drs. H. Nasrul Abit, menilai secara statistic kemajuan Kota Pariaman sangat  luar biasa dalam berbagai sektor, sehingga sulit untuk menandinginya, terutama masalah pembangunan sosial. 

Hal itu disampaikan Nasrul Abit, dalam sambutannya pada Rapat Terbuka Sidang Paripurna Istemewa, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pariaman,  dalam rangka HUT Kota Pariaman ke-14, Sabtu, lalu.

Dikatakan, dengan pesatnya kemajuan Pariwisata di Kota Pariaman, sejakan dengan hal itu, juga akan terjadi perubahan sosial di tengah-tengah masyarakat. Perubahan sosial itu, bisa positif dan bisa pula negative, tergantung bagaimana masyarakat  menyikapinya. 

Lebih jauh disampaikan, perkembangan tingkat perilaku negatif apabila kita tidak mampu membendungnya dan mengantisipasinya, seperti terjadinya, pergaulan bebas, termasuk dengan maraknyak peredaran Narkoba yang sasaran tembaknya ada generasi muda kita.

“Sebelum terjadi,  perlu ada antisipasi dengan memperdalam budaya dan ajaran  agama Islam kepada masyarakat guna membentengi jiwa dan raganya,” tutur Nasrul Abit.

Walikota Pariaman, Drs. H. Mukhlis Rahman, MM dalam sambutannya mengatakan dalam usia 14 tahun, Kota Pariaman sedang berada dalam proses menuju jati diri sesungguhnya. Ibarat manusia, usia ini memasuki usia remaja. 

Meski Kota Pariaman terbilang baru, lanjutnya, namun pembangunan di berbagai bidang bisa dibilang sejajar dengan kota dan kabupaten lainnya di Sumbar. Bahkan di satu sisi Kota Pariaman lebih unggul dari sisi program yang dampaknya nyata dirasakan oleh seluruh masyarakat Kota Pariaman.

“Pembangunan bidang kepariwisataan juga mengembirakan. Kunjungan tahun ke tahun terus meningkat dengan prosentasi mencengangkan, kemajuan pariwisata diikuti kemajuan ekonomi kreatif dan sektor ril. Meski capaian demikian, kita terus berbenah diri dan terus berusaha agar lebih maju lagi, tentunya dengan kebersamaan membangun Pariaman,”ujar Mukhlis Rahman.

Ketua DPRD Kota Pariaman, Drs. Mardison Mahyuddin, MM, mengatakan,  latar belakang sejarah berdirinya Kota Pariaman, “Bupati Padang Pariaman medio tahun 1980-an Alm. Kol. Anas Malik telah merencanakan pembentukan Kota Otonom Pariaman dengan merubah Kecamatan Pariaman dan sekitarnya yang pada masa itu sebagai Ibukota Kabupaten menjadi Kota Administratif disingkat Kotif. 

Pada akhirnya diresmikan oleh Mendagri Suparjo Rustam pada tanggal 29 Oktober 1987 di Hall Saiyo Sakato Pariaman dengan Walikotif Pariaman pertama Adlis Legan disusul Martias Mahyuddin, dan Firdaus Amin.


" Peresmian Kota Pariaman bersama dengan kota dan kabupaten baru hasil pemekaran dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno atas nama Presiden RI di halaman kantor Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementrian Dalam Negeri pada Tanggal 2 Juli Tahun 2002.  
Tanggal itulah yang kita peringati sekarang dengan dasar Undang-Undang No. 12 Tahun 2002 pada tanggal 10 April 2002 tentang pembentukan Kota Pariaman di Provinsi Sumatera Barat," kata Mardison.

Rapat Paripurna Istimewa ini dihadiri  Wakil Wali Kota Pariaman, Dr. H. Genius Umar, Sekdako Armen, Forkopimda Sumbar, Kepala Daerah se-Sumbar, pimpinan DPRD, para mantan Walikota/kotif Pariaman, penggagas berdirinya Kota Pariaman, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Ormas dan LSM, Pimpinan SKPD Pemkot Pariaman, Camat se-Kota Pariaman, kepala desa/lurah serta undangan. (h/amir)

google+

linkedin