BIJAKONLINE-Sumatera Barat kembali kehilangan putra terbaiknya. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Husni Kamil Manik menghadap Sang Khalik, Kamis (7/7), di Jakarta. 

Kabar duka ini menyeruak dan mengagetkan warga Sumatera Barat. Termasuk Walikota Padang, H. Mahyeldi Dt Marajo. Mahyeldi tidak menyangka jika Husni Kamil Manik begitu cepat dipanggil Sang Pencipta. "Mendiang di masa hidupnya adalah aktivis yang relijius dan santun dalam bicara," ujarnya, Kamis malam usai mendengar kabar duka tersebut. 

Tidak saja itu, kesantunan Husni Kamil Manik juga tampak saat Walikota Padang berkunjung ke Kantor KPU RI beberapa waktu lalu. Saat itu Mahyeldi disambut hangat. "Hingga kini masih terngiang ucapan mendiang, menyebut bahwa saya satu-satunya walikota yang diterima langsung di ruangannya," sebut Mahyeldi. 

Husni meninggal dalam usia yang terbilang muda, 18 Juli nanti baru akan 41 tahun. Dalam usia semuda itu, Husni telah banyak menanam bagi demokrasi di republik ini. Menjadi anggota, apalagi Ketua KPU, jelas tidak mudah. Lembaga tersebut harus menjadi sais dari prosesi berpemilu di Indonesia yang konon dapat dianggap sebagai the most complicated election in the world, atau pemilu yang paling rumit sedunia.

Husni telah dulu pergi. Husni dipanggil dalam usia yang relatif muda, menjelang 41 tahun, ketika bangsa ini sesungguhnya masih membutuhkan tangan dingin kepemimpinannya di KPU. Selamat jalan Husni, teruslah ke surga.(tf/ch)

google+

linkedin