Camat Gunung Talang, Sujamto Amrita serta Walinagari Batang Barus, Syamsul Azwar bersama masyarakat Bukit Subang saat meninjau lokasi longsor. Bawah, camat dan walinagari menyaksikan proses evakuasi yang dilakukan masyarakat secara manual

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Dari sekian banyak nagari yang ada dihantam musibah di Kabupaten Solok, mungkin yang paling parah adalah Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Sebab musibah longsor di nagari itu, sudah menewaskan 4 orang yang merupakan satu keluarga di dusun Rawang Jorong Lubuk Selasih, Kamis dini hari lalu.

Namun sehari sebelumnya, musibah longsor juga telah terjadi di Bukit Subang, juga di Jorong Lubuk Selasih dan berjarak sekitar 3 KM dari Rawang arah Kota Padang. Akibab kejadian itu, sebanyak 8 rumah yang terdiri dari 8 KK serta dihuni 36 Jiwa, terisolasi akibab timbunan longsor, yang jauh lebih besar dari peristiwa longsor Rawang. 

Longsor diakibabkan oleh hujan disertai angin kencang dan Pemerintah Nagari dan kecamatan kesulitan mengevakuasi warga sampai Sabtu siang. Pengangkatan material longsor Bukit Subang, sempat terhenti karena adanya evakuasi longsor Rawang yang menewaskan empat orang dan menutup akses jalan negara Solok dan dari Padang menuju Solok Selatan atau Jambi. “Kita baru fokus kembali ke Bukit Subang karena alat berat yang dari Rawang sudah bisa kita bawa ke sini,” jelas walinagari Batang Barus, Syamsul Azwar, ketika meninjau lokasi longsor bersama camat Gunung Talang, Sujamto Amrita, Sabtu (27/8).

Dijelaskan Syamsul Azwar, matrial longsor Bukit Subang jauh lebih tinggi dari pada longsor Rawang, namun beruntung di lokasi itu tidak ada korban jiwa. Namun 8 KK di Bukit Subang terisolasi, karena timbunan longsor menimpa badan jalan satu-satunya ke pemukiman warga. “Kita dari kecamatan bersama Pemerintah Nagari sedang berupaya melakukan tindakan prepentif agar akses jalan menuju rumah warga cepat terbuka,” jelas camat Gunung Talang, Sujamto Amrita (wandy)