KINI, walaupun gendrang pemilihan calon Walikota Padang, belum ditabuh Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun berbagai elemen mulai dari partai politik, organisasi masyarakat, relawan, hingga komunitas warga telah memunculkan nama para tokoh yang mereka pandang layak dan pantas memimpin kota berslogan Padang Kota Tercinta ini.

Dari sekian nama yang telah diapung tersebut, disebut-sebut nama Mahyeldi walikota yang masih bertahta di singasana, Emzali wakil walikota sekarang, Irwan Basir ASN di Dinas Sosial Sumbar, Maigus Nasir mantan Ketua DPRD Padang, Adip Alfikri Kadispenda Kota Padang, Dersi Ayunda yang kalah tipis di pilwako lalu, Senagaja Budi Syukur pengusaha sukses, Iswandi Mucktar anggota DPRD Kota Padang.  Masih banyak sederetan nama lainnya.

Namun, dari sekian nama yang sudah dipergunjingan berbagai elemen masyarakat tersebut, belum satu pun yang berani terang-terangan menegaskan akan maju sebagai bakal calon Walikota Padang. 

Mahyeldi misalnya, selalu menjawab, dirinya sekarang berkonsentrasi memikirkan dan berbuat dengan sebaik-baiknya membangun Kota Padang, serta berupaya meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. "Kritikan akan saya jawab dengan pekerjaan dan fitnah saya jawab dengan fakta dan realita. Sekarang saya, kerja, kerja dan kerja," begitu jawaban walikota yang berpenampilan sederhana dan merakyat ini.

Begitu juga dengan Wakil Walikota Padang, Emzalmi. Menurut Emzalmi, dukungan dari masyarakat terhadap dirinya, ya biasa saja itu. Yang namanya pemimpin tentu punya panutan dan dukungan dari masyarakat. "Apakah saya akan maju nantinya, tunggu saja tanggal mainnya dan sekarang saya ikut bertanggungjawab membangun Kota Padang bersama pak Mahyeldi," katanya.

Sebagai anak Nagari Pauh IX, Emzalmi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memberikan dukungan terhadap dirinya, sehingga menjadi Wakil Walikota Padang. "Kedepan mari kira rapatkan lagi barisan dan satukan visi dan misi demi Kota Padang," katanya.

Khusus Irwan Basir yang bergelar datuk dari Suku Jambak, katanya berdasarkan hasil survei PKS, namanya berhasil mengunggulkan Mahyeldi sebagai dewan syuro PKS. Tapi sebagai Pegawai Negeri Sipil, dirinya belum berpikir serius membahas masalah bakal calon walikota. "Tentang aspirasi yang berkembang, ya terima kasih jugalah, ada yang memperhitungkan saya dan sebagai anak Padang pinggiran alias Papiko, ya wajar-wajar saja kalau saya dibahas dan dipergunjingkan masyarakat," katanya.

Sedangkan, nama Maigus Nasir, Adip Al Fikri, Iswandi Mucktar, Sengaja Budi Syukur, Iswandi Mucktar diperkirakan hanya bakal maju sebagai wakil aliar orang nomor dua. Kenapa? Karena lebih baik maju nomor dua dan  jadi, daripada nomor satu, tapi  tak jadi alias gagal. 

Kalau kita main takok uok-uok, kemungkinan Mahyeldi akan berpasangan dengan Adip Alfikri, anak Nagari Taratak Paneh Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Selain Adip masih muda, juga sekarang lagi dipercaya Walikota Padang, Mahyeldi sebagai Kadispenda Kota Padang. 

Secara politis, memang nama Adip Alfikri belum sangat populer di lapisan masyarakat bawah, tapi untuk lapisan menengah keatas, nama adik Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno ini, sudah menjadi buah bibir para elit politik, akademisi dan tokoh masyarakat Kota Padang.

Kini, apakah mungkin Mahyeldi berpasangan dengan Adip Alfikri? Kalau menurut simpatisan Mahyeldi-Adip Alfikri yang telah bermain di media sosial face book, whatsApp, twiterr menegaskan sangat mungkin sekali dan bahkan layak dan pantas. Kita tunggu dan semoga. (penulis wartawan tabloid bijak dan padangpos.com)

google+

linkedin