Aurizal Kampai

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Anggota DPRD Kabupaten Solok, Aurizal Kampai, mendesak agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Solok, serius melaksanakan alek balap sepeda dunia, berupa Tour de Singkarak (TdS), yang sudah menjadi agenda tahunan dari Kementerian Pariwisata RI. Apalgi menurutnya, tahun ini Kabupaten Solok dipercaya menjadi pembukaan TdS dan juga akan dilintasi oleh Etape 6.

“Saya melihat sosialisasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata masalah TdS ini masih minim, padahal kita akan menjadi Opening dan Grand Start dalam pelaksanaan TdS tahun 2016 ini,” terang anggota DPRD Kabupaten Solok, Aurizal, Kamis siang (4/8), disela-sela Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Solok. 

Dijelaskan Aurizal, minimnya spanduk yang di pasang di jalur utama dan di nagari, kurangnya sosialisasi di media massa, mendandakan bahwa Dinas terkait tidak serius menggelar TdS kali ini. Ketika ditanya, apakah hal ini terkait dengan adanya issu mutasi besar-besaran yang berembus di Arosuka, politisi dari Partai Amanat Nasional itu malah meyebutkan bahwa masalah mutasi adalah urusan Kepala Daerah dan tidak usah dipikirkan oleh pejabat SKPD bersangkutan.

 “Serahkanlah semua masalah mutasi, rotasi atau promosi itu kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati. Yang jelas pejabat SKPD kan sudah disumpah waktu menjabat akan melaksanakan tugas dengan penuh tanggungjawab. Masalah nanti kita mau dipakai atau tidak, itu kan semua tergantung pejabat yang berkuasa,” terang Aurizal.

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, juga memandang bahwa sosialisasi dari Dinas Pariwisata masalah TdS ini memenag masih jauh dari harapan, termasuk minimnya pemberitaan oleh media massa. “Kalau kita mau sukses menjadi pelaksana Grand Start, maka tentu gebyar di Kabupaten Solok akan lebih terdengar. Ini seperti tidak akan ada pesta balap sepeda dunia saja. Bahkan di Arosuka spanduk dan umbul-umbul masih lengang,” terang Septrismen, yang juga diamini anggota DPRD Kabupaten Solok lainnya, Jon Firman Pandu (wandy)

google+

linkedin