BIJAK ONLINE (PADANG)- Walikota Padang, Mahyeldi Ansyarullah Datuk Marajo menerima penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Terbaik dari Presiden RI, Joko Widodo, di Hotel Grand Sahid Jakarta, Kamis, 4 Agustus 2016.

Bagi Walikota Padang, penghargaan terbaik dari semua kabupaten dan kota tersebut, sekaligus sebagai kado memeriahkan HUT Kota Padang ke-347.
"Semua berkat kerjasama seluruh pihak termasuk masyarakat," ujarnya didampingi Sekdako Nasir Ahmad, Kabag Perekonomian Setdako Edi Dharma dan Kepala BI Wilayah Sumbar Puji Atmoko.
Menurut walikota, prestasi ini diraih berkat keberhasilan komunikasi antar "stakeholder" dalam menjaga kestabilan inflasi di daerah. 

Kota Padang, kata walikota lagi,  dianggap berhasil mengendalikan inflasi daerah pada 2015, serta berhasil melakukan koordinasi dan kerja sama antar lembaga di Padang cukup baik. Seperti saat harga melambung tinggi, langsung ada sinergi operasi pasar dan pasar murah di sejumlah titik.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam rakornas TPID tersebut menyampaikan empat kunci yang harus dilakukan dalam pengendalian inflasi di Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Pertama, penyediaan anggaran pengendalian harga oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota, agar dapat melakukan intervensi apabila diperlukan. Kedua, unsur-unsur di daerah seperti Pemerintah Daerah, Kepolisian, kejaksaan, dan Bank Indonesia di daerah secara rutin melakukan pemeriksaan pasokan bahan pokok di gudang penyimpanan.

Kemudian ketiga, memastikan transportasi di daerah maupun antardaerah selalu lancar, dan keempat yakni menjaga distribusi barang agar tetap lancar.

Penghargaan ini pantas disematkan kepada Kota Padang. Sebab seperti diketahui Kota Padang merupakan daerah dengan laju inflasi terendah secara nasional pada tahun lalu dan 2016 ini. Dari data terkini BPS, inflasi Kota Padang pada Juni 2016 yakni 0.10%. Dan inflasi pada tahun 2016 tercatat 0.22%.

Secara tahun berjalan (year to date. ytd), Sumatera Barat mengalami inflasi pada tingkat cukup rendah, 0,20 persen (ytd). Secara tahunan, laju inflasi Sumatera Barat pada bulan Juni berada pada level 3,23 persen (year on year/ yoy).

Secara spasial, inflasi Sumbar disumbang oleh inflasi Kota Padang dan Bukittinggi yang masing-masing tercatat inflasi sebesar 0,10 persen (mtm) dan 0,73 persen (mtm). Inflasi tersebut menjadikan Kota Padang sebagai kota dengan laju inflasi terendah secara nasional.(bom/tf/ch/mn)

google+

linkedin