Nasib Taman Hutan Kota Teradu (THKT) Sukarami, kecamatan Gunung Talang Kabupaten solok yang makin memilukan karena tidak teurus, padahal dana Milyaran rupiah sudah masuk ke THKT.

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Anggota DPRD Kabupaten Solok, Patris Chan, SH, mengaku sangat prihatin dengan masih banyaknya aset milik Kabupaten Solok yang bernilai Miliyaran Rupiah dan tersebar dibeberapa titik, sampai saat ini konon kabarnya masih dibiarkan terlantar hingga bertahun-tahun.

“Saya mendengar masih banyak aset milik Pemkab Solok yang sudah dinagun, lalu dibiarkan dan tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Sebut saja Proyek labor dan pustaka yang ada di Bukit Putus yang dulu diproyeksikan sebagai menunjang susksesnya prasarana pendidikan, namun sampai saat ini dibiarkan begitu saja,” terang Patris Chan, Selasa (2/8). Gedung tersebut dibangun satu paket dengan bangunan serupa di Alahan Panjang. Dana yang dialokasikan untuk dua bangunan tersebut, mencapai Rp1,75 miliar, berikut bangunan pustaka terpadu dengan dana sekitar Rp 300 juta.

Yang tidak kalah pentinya adalah Nasib Taman Hutan Kota Terpdau (THKT) Sukarami, yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Tugu Ayam Arosuka, ibukota Kabupaten Solok, sampai saat ini juga belum jelas dan dibiarkan terkatung-katung.  Namun Bupati Solok, H. Gusmal juga sudah berjanji akan melanjutkan pembangunan THKT ini. Taman Hutan Kota Terpadu, yang digagas semasa pemerintahan Bupati Gusmal dan Wabub Desra Ediwan, nasibnya terbengkalai begitu lama dan kondisinya tidak terurus. Bahkan anggota DPRD Kabupaten Solok, Jasril Adnan, menilai, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok seharusnya tetap melanjutkan pembangunan Taman Hutan Kota Sukarami, agar uang yang sudah masuk kesana tidak mubazir. “Lihat saja kondisinya sekarang sangat memilukan, padahal entah berapa Milyar uang yang sudah masuk ke sana,” tutur, Jasril Adnan, SAg. 

Sementara Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen juga sangat menyangkan terlantarnya lokasi Res Are Lubuk Selasih yang sampai saat ini dibiarkan seperti tak ada tuan.“Sangat disayangkan kita punya rest area yang bagus, tapi dibiarkan terlantar. Padahal kalau kita manfaatkan dan kelola sebagai pusat informasi wisata dan dilengkapi dengan fasilitas umum seperti WC dan juga warung makanan,” tutur Septrismen. Kemudian, Septrismen berjanji akan membicarakan hal ini dengan Pemerintah Kabupaten Solok agar pemanfaatan rest area ini bisa terwujud, minimal untuk pusat promosi wisata Kabupaten Solok kedepannya.

Sementara Kasmudi, SH, Plt Ketua DPRD Kabupaten Solok, juga menyoroti terlantarnya beberapa buah bangunan pembibitan pertanian di Sungai Nanam yang berdir diatas tanah sekitar 10 hektar dan juga dibiarkan terlantar. “Kita sudah minta bagian aset untuk menata ulang semua bangunan yang dibiarkan terlantar oleh pemerintah,” tambah Kasmudi. Selain bangunan tadi, kantor DPRD Kabupaten Solok yang dibangun dengan menggunakan dana APBD kota Solok juga sampai saat ini belum bisa digunakan, terkait belum adanya kesepakatan antara Pemkab Solok dan Pemko Solok. Diantara bangunan yang juga masih dibiarkan terlantar, seperti beberapa rumah Dinas guru, Pasar Sayur Sukarami dan juga masih banyak yang lainnya (wandy)

google+

linkedin