BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)--"Mari kita bangkitkan kembali menu lokal yang ada di daerah kita, serta melakukan inovasi terhadap produk bahan lokal yang terdapat di sekitar lingkungan kita, sehingga ketergantungan beras sebagai produk pangan yang dominan di tengah masyarakat kita, dapat kita tekan.".

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Pariaman Armen, SE, MM,  dalam sambutannya pada acara pembukaan Lomba Cipta Menu B2SA Tingkat Kota Pariaman Tahun 2016, di halaman Rumah Tabuik Subarang, Selasa (2/8/2016).

Armen, menjelaskan, saat ini ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, menghadapi tantangan diera globalisasi dan perdagangan bebas dewasa ini, dimana produk pangan impor membanjiri pasar konsumen. 

“Apabila ini dibiarkan, maka kerawanan pangan akan menjadi lebih rentan. Bukan hanya disebabkan bencana alam namun juga faktor lainnya seperti inflasi dan kenaikan harga produk pangan impor yang tidak berimbang dengan kenaikan pendapatan dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, optimalisasi sumber daya lokal sangat diperlukan untuk mencapai kemandirian pangan”, ungkapnya.

Diakhir sambutannya Sekdako Armen menghimbau kepada seluruh masyarakat di Pariaman untuk menjaga kualitas konsumsi pangan keluarga dengan menu B2SA, melalui pemanfaatan lahan pekarangan, guna menghasilkan Generasi yang Cerdas, Kuat dan Sehat dimasa yang akan datang, tutupnya.

Dalam sambutan Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Kabid ketahanan Pangan Nofian Jamil mengatakan bahwa berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh instansinya selama ini, menunjukkan masyarakat Sumatera Barat masih rendah dalam konsumsi menu B2SA. 

Masyarakat cenderung masih dominan memakai beras sebagai pangan utama, sehingga keseimbangan gizi, keberagaman pangan, belum diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, tuturnya.

Sedangkan Kadis Pertanian Kota Pariaman selaku Ketua Panitia lomba mengatakan saat ini hampir 90% warga Kota Pariaman mengkonsumsi beras, karena itu diperlukannya sosialisasi dan terobosan untuk mencapai apa yang kita inginkan, yaitu dalam ajang menu B2SA ini, sehingga masyarakat betul-betuk mengolah produk lokal yang ada di lingkungannya sebagai bahan pangan pengganti beras, ujarnya

“Peserta lomba cipta menu B2SA ini adalah utusan dari Desa/Kelurahan yang memperoleh 5 besar di Kecamatannya masing-masing. Jadi ada 20 peserta utusan dari 5 Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa/Kelurahan, dari 4 Kecamatan yang ada di kota Pariaman”, terangnya.

Dalam ajang Lomba Cipta Menu B2SA tingkat Kota Pariaman tahun 2016, terpilih sebagai juara I KWT desa Sikapak Barat, Kecamatan Pariaman Timur. Disusul untuk juara 2-5, PKK Desa Taratak, KWT Desa Naras I, KWT Desa Pauh Sakato dan KWT Desa Batang Kabung. 

Hadir dalam acara ini Forkopimda Kota Pariaman, Wakapolres Pariaman Kompol Aksalmadi, Ketua BPS kota Pariaman Muhammad Hudayah, Kepala Bank Nagari Pariaman, Ketua TP PKK Ny. Reni Mukhlis, Ketua Gow Ny. Lucy Genius, Ketua DW Ny. Afnee Armen, Asisten I Khaidir, Staf Ahli, Kepala SKPD, Kabag, Camat dan para undangan serta tim juri dan peserta lomba yang diikuti oleh 20 KWT se Kota Pariaman. (j/amir)

google+

linkedin