Tampak warga Bukit Subang bergoro membantu petugas yang menggunakan alat berat berupa ekskavator untuk menyingkirkan tumpukan matrerial longsor di wilayah mereka hingga dusun tersebut kembali bisa terhubung dengan dunia luar.

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Warga Bukit Subang, nagari Lubuk Selasih, kecamatan Gunung Talang, sejak Selasa sore (30/8), sudah kembali bisa terhubung dengan dunia luar, setelah sebelumnya sejak Rabu tanggal 24 Agustus 2016 terisolasi akibab tanah longsor, atau sehari sebelum longsor di Rawang juga di Jorong Lubuk Selasih, yang menewaskan empat orang yang merupakan satu keluarga.  

Saat ini sebanyak 36 jiwa dari 8 rumah yang terdiri dari 8 KK, sudah bisa terhunung kembali dengan saudara-saudara mereka yang berada di pinggir jalan lintas negara Lubuk Selasih. Bahkan aliran listrik kembali lancar, karena masyarakat bahu-membahu membantu petugas yang mengoperasikan satu alat berat untuk menyingkirkan tumpukan material setinggi 7 meter dan sepanjang 150 meter, yang membuat warga Bukit Subang terisolasi. Bahkan dengan cara manual seperi mendorong tumpukan limpur dengan papan yang dibentuk untuk menyingkirkan lumpur. 

“Alhamdulillah semua warga yang terkurung di Bukit Subang saat ini sudah bisa lega, karena akses jalan yang menuju dusun mereka yang sempat tertutup longsor yang menggunung sudah bisa dibuka,” jelas Walijorong Lubuk Selasih, Irman Rajo Gandan, yang didampingi Walingari Syamsul Azwar, kemaren. 

Dijelaskannya, meski longsor Bukit Subang tak menelan korban jiwa, namun kondisinya lebih longsornya jauh lebih parah. Buktinya hampir sepekan satu unit alat exavator dibantu beberpa unit mobil rental baru bisa membuka akses jalan masyrakat.

“Ya, satu longsor juga membuat satu unit motor warga Bukit Subang tidak bisa ditemukanm” terang Walinagari Batang Barus, Syamsul Azwar. Dijelaskan Walinagari Syamsul Azwar, ibu-ibu dan anak anak sepekan bagaikan terkurung diantara lumpur dan genangan air sangat bersyukur sore itu. Zaijun yg akrab dipanggil Mak Ongga, Kan Henry, Rais, Mak Dang, Met, Jon Dodi dan lainnya hampir tak mempedulikan rasa penat dan lelah sejak kejadian itu. Hingga malam mereka ikut berperan membantu warga dan anak-anak, meski tanpa penerangan listrik. “Alhamdulillah, semoga longsor dan musibah ini tidak lagi terjadi,” jelas Mak Onga (wandy)