BIJAK ONLINE (Sawahlunto)-Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menghadiri dan sekaligus mendampingi Menteri Sosial RI, Hajah Khofifah Indar Parawansa ketika membuka Jambore Terpadu Kader PKK Berprestasi, P3MD, TTG dan KB Tingkat Provinsi Sumatera Barat, yang dilaksanakan di Camping Ground Sawahlunto, Kandih, Kota Sawahlunto, Kamis, 4 Agustus 2016. 

Acara pembukaan yang berlangsung sukses dan meraih tersebut, dihadiri juga oleh bupati dama walikota se-Sumatera Barat, unsur Forkopimda Provinsi Sumbar, kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, Kepala SKPD Provinsi dan kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, Ketua TP-PKK Provinsi Sumatera Barat,  Nevi Irwan Prayitno, Ketua TP-PKK kabupaten dan kota se-Sumatera Barat, camat, kepala desa dan Llurah sa-Kota Sawahlunto dan para kader PKK se-Sumatera Barat.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit dalam kata sambutannya sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya perhelatan ini. “Saya menyambut baik pelaksanaan Jambore Terpadu Kader PKK Berprestasi, P3MD, TTG dan KB tingkat Provinsi Sumatera Barat ini, semoga dapat dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya,” kata mantan Bupati Pessel dua periode ini.

Kemudian, Nasrul Abit memberikan penghargaan khusus kepada pemerintah dan masyarakat Kota Sawahlunto,  yang tahun ini menjadi tuan rumah dari pelaksanaan Jambore PKK.  "Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri bila hidup kita dapat bermanfaat bagi orang lain. Inilah yang ditunjukan oleh para kader PKK, kader Keluarga Berencana, para pelaku Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) serta pelaku pemanfaat Tekhnologi Tepat Guna yang tanpa pamrih telah memberikan yang terbaik kepada sesama, keluarga dan masyarakat. Zaman bisa saja berubah, akan tetapi para relawan dan kader pembangunan ditengah-tengah masyarakat tetap akan dibutuhkan dan dikenang sepanjang masa,” jelas Nasrul Abit.

Kemudian, kata Nasrul Abit,  salah satu permasalahan krusial yang saat ini sangat dominan dihadapi pemerintah mulai dari pusat sampai daerah adalah masalah kemiskinan dan pengangguran. Untuk itu, pemerintah sudah melakukan berbagai upaya guna mengatasi permasalahan tersebut salah satunya melalui program Dana Desa. Pada tingkat pusat program ini dikelola oleh Kementerian Desa,Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), dimana tahun 2016 ini pemerintah pusat akan menggelontorkan dana desa kurang lebih sebesar Rp  47  triliun yang disalurkan untuk 74.756 desa se-Indonesia sesuai Permendagri Nomor 56 tahun 2015. Untuk Provinsi Sumatera Barat sendiri akan dikucurkan dana desa kurang lebih 598 miliar untuk 880 nagari dan desa.

Diakhir sambutannya, Nasrul Abit berpesan, agar kegiatan Jambore Terpadu ini selain ajang pertemuan antara para kader PKK kader KB, pelaku P3MD, dan pemanfaat TTG, juga merupakan barometer pencapaian kinerja bagi masing-masing daerah yang kemudian diadopsi oleh daerah lain, sehingga semua program-program pemberdayaan dapat diterima di hati masyarakat.

Sementara Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekedar jambore tetapi jambore terpadu, yang menjadi ajang bersilaturahmi dan sharing bagi kader-kader berprestasi yang luar biasa. "Apa saja yang sudah kita lihat dan kita dengarkan bersama terkait program-program PKK Berprestasi, P3MD, TTG dan KB sesungguhnya implementasi pertamanya adalah pada keluarga kita, hal yang menjadi PR besar kita sebenarnya adalah bagaimana membangun baiti jannati. Jika ada didalam keluarga kita yang mengkonsumsi narkoba, melakukan kekerasan seksual dan kejahatan seksual maka dia tidak akan dapat mewujudkan Baiti Jannati dalam keluarga," katanya. 

Selanjutnya, mensos berharap ibu-ibu kader PKK dalam melaksanakan tugasnya juga harus didampingi bapak-bapak meskipun bapak-bapaknya tidak sempat menjadi kader, karena dalam pelaksanaannya ini akan saling berkaitan, terutama dalam memberikan pendidikan dan pembinaan kepada anak-anak dalam keluarga. (humas sumbar)

google+

linkedin