BIJAK OLINE (Kota  Pariaman)-- Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kota Pariaman Afnil, S.Pd, mengatakan, di Kota Pariaman terdapat sebanyak 660 kepala keluarga dari Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) menerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial RI. 

Dari jumlah tersebut, ada kurang lebih 3.000 jiwa yang termasuk dalam program PKH tersebut. Program Keluarga Harapan (PKH) adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan uang tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) dengan syarat dapat memenuhi kewajiban terkait pendidikan dan kesehatan. 

PKH, bertujuan mengurangi beban RTSM dan diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar-generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari kemiskinan. PKH juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium atau Millenium Development Goals (MDGs). 

Program ini dikenal sebagai Program Bantuan Tunai Bersyarat. Persyaratan tersebut berupa kehadiran di fasilitas pendidikan (anak usia sekolah) maupun kehadiran di fasilitas kesehatan (anak balita dan ibu hamil).

Hal itu dikatakan  Afnil kepada wartawan di Balai Kota Pariaman, Senin (5/9/2016), jumlah KK yang RTSM tersebut tersebar di empat kecamatan, masing-masing Kecamatan Pariaman Utara, Selatan, Timur dan Tengah.

“Program PKH di Kota Pariaman dimulai tahun 2013 di Kecamatan Pariaman Utara dan Kecamatan Pariaman Timur. Tahun 2014 ditambah dengan Kecamatan Pariaman Selatan. Sedangkan tahun 2016 ini ditambah lagi dengan Kecamatan Pariaman Tengah. Artinya semua kecamatan sudah masuk dalam program PKH,” tukuk Afnil kembali.

Menurut Afnil, RTSM terbanyak di Kecamatan Pariaman Utara, menyusul di Kecamatan Pariaman Timur, Selatan dan Tengah. Program PKH ini merupakan program pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan.

Tujuan PKH adalah mengurangi angka kemiskinan dan memutus rantai kemiskinan antar-generasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengubah perilaku yang kurang mendukung peningkatan kesejahteraan. 

Secara khusus, tujuan PKH adalah, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan peserta PKH dan meningkatkan taraf pendidikan peserta PKH serta Meningkatkan status kesehatan dan gizi peserta PKH.

Untuk mendukung program pemerintah ini, telah menetapkan lokasi uji coba program PKH dan dimulai sejak tahun 2007. Lokasi penyelenggaraannya dijalankan di 7 Provinsi (Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur), 48 Kabupaten/Kota, dan melayani 387.928 RTSM (Rumah Tangga Sangat Miskin). 

Tahun 2011, PKH dikembangkan di 25 Provinsi, 118 Kabupaten/Kota, dan melayani 1,1 juta RTSM. PKH akan dilaksanakan di seluruh Provinsi dan jumlah peserta PKH akan ditingkatkan secara bertahap hingga menjangkau seluruh Keluarga Sangat Miskin atau KSM, dengan menyesuaikan kemampuan negara. (amir)

google+

linkedin