BIJAK ONLINE (SOLOK)-Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, mengharapkan agar prilaku masyarakat Kabupaten Solok, khususnya yang berada di dekat lokasi wisata, seperti di Panorama Danau Kembar, Convention Hall, Singkarak, Pendakian Gunung Talang dan lain sebagainya, harus berubah, jika wisata Kabupaten Solok ingin banyak dikunjungi turis lokal dan asing.

“Selama ini ada beberapa oknum masyarakat yang merusak citra pariwista kita, seperti memungut parkir dengan harga tinggi atau berulang-ulang serta yang terbaru ada kita dengar ada oknum yang memungut biaya jasa guide ke Gunung Talang sangat mahal. Hal ini kalau dibiarkan jelas akan merusak citra pariwisata Kabupaten Solok,” jelas H. Gusmal, di Kebun Teh PTPN VI, Sabtu, 3 September 2016.

Menurut H. Gusmal, saat ini Pemkab Solok sedang giat-giatnya menggalakan pariwisata, karena hal itu termasuk salah satu dari Program Empat Pilar yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Solok untuk lima tahun kedepannya.

Kemudian kata Bupati Gusmal, alam dan pariwisata Kabupaten Solok jauh lebih menarik dari pada Bali, baik kesuburan alamnya ataupun keindahannya yang masih serba alami, bisa dinikmati wisatawan dengan santai. Sayangnya beberapa orang oknum masih saja melakukan pencorengan terhadap pariwisata Kabupaten Solok.

 “Kita berhrap agar semua pihak, baik Dinas Pariwisata, KAN, BMN, Walinagari, pemuda dan lainnya, agar sama-sama menjaga nama baik Kabupaten Solok, agar orang merasa aman dan nyaman datang ke bumi penghasil markisa ini," katanya.  

Selain itu, kedepannya Bupati juga berencana akan meningkatkan bekerjasama dengan ASITA dan juga  media. Tetapi disisi lain sarana pariwisata Kabupaten Solok harus didukung oleh sarana hotel berbintang dan diharapkan investor bisa menanamkan modalnya di Kabupaten Solok. 

“Selain budaya masyarakat kita yang harus dirobah, yang dimulai dari prilaku masyarakat yang mencari kehidupan di Bandara Internasional Minangkabau atau sampai ke objek wisata, seperti Danau Kembar, pengunjung kurang merasa aman dan nyaman oleh beberapa pungli yang dilakukan masyarakat lokal terhadap pengunjung, sehingga menimbulkan ketidak nyamanan para wisatawan,” kata Gusmal lagi.  

Banyaknya wisatawan yang datang ke Bali, Yokyakarta dan Bandung, disebabkan dengan adanya rasa nyaman dan didukung oleh tempat penginapan yang memadai. “Kalau masalah kuliner, Kabupaten Solok atau Sumatera Barat adalah pusatnya kuliner dan sauvenir dan hampir kita dapat di setiap sudut,” ujar Gusmal.


Kalau itu sudah dilakukan, lanju Gusman, meski hotel yang memadai belum ada, saya rasa para turis domestic dan asing akan berlomba-lomba datang ke Kabupaten Solok karena alamnya yang indah yang membuat setiap mata takjub memandangnya. (wandy)

google+

linkedin