H. Gusmal

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM menyebutkan bahwa banyak hal yang harus dibenahi kedepannya untuk membangun Kabupaten Solok agar menjadi Kabupaten yang terbaik dari yang baik.

“Sebenarnya banyak yang harus kita benahi untuk membangun Kabupaten Solok, seperti sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, olahraga, moralitas generasi muda serta sektor ekonomi masyarakat. Hal itu jelas tidak bisa kita kerjakan sendiri dan butuh kerjasama semua pihak, baik SKPD, DPRD, Depag, Camat, Walinagari dan juga masyarakat itu sendiri agar berkomitmen untuk mau maju dan berubah, bukan hanya mengujat,” jelas Bupati Gusmal, Senin (19/9). 

Bupati juga menjelaskan bahwa dari segi prilaku masyarakat dan generasi muda saja, diperlukan kesadaran agar agar menjahui narkoba atau terlena dalam-hal-hal yang tidak bermanfaat dan harus mau merubah dari kebiasaan buruk kepada yang baik. 

Menurut Bupati, faktor moralitas keponakan yang sangat segan kepada mamak yang beberapa tahun lalu masih menjadi kebanggaan bagi masyarakat Minang, sekarang seiring masuknya tekhnoloy, seorang keponakan tidak lagi begitu menghargai mamaknya. Atau juga mamak itu sendiri yang tidak lagi  menanamkan pendidikan moral kepada keponakannya. “Maka dari itu, kita akan benahi dulu lambat-lambat, seperti dengan program maghrib mengaji dan subuh berjamaah. Kalau ilmu agama sudah kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka saya optimis pembangunan fisik akan gampang saja kita lakukan,” jelas H. Gusmal.

Bupati juga merasa prihatin, banyaknya kasus asusila yang terjadi di Kabupaten Solok, seperti pencabulan anak kandung oleh ayahnya sendiri, menandakan bahwa moral masyarakat sudah banyak yang harus dibenahi, salah satunya tentunya dengan kembali ke agama. “ Pengawasan orang tua, guru, Walinagari, BMN dan juga tokoh masyarakat sangat dibutuhkan agar kembali keaqidah agama. Kalau itu sudah terlaksana, maka semua pembangunan yang kita rencanakan, seperti membangun pertanian, pariwisata, pendidikan tadi, isnyaalah akan terwujud,” pungkas H. Gusmal (wandy)