Anggota DPRD Sumbar, Ahmad Rius, SH dan tiga anggota DPRD Sumbar yakni Gusrial Abbas, Gusnadi dan Aurizal, Ketua LSM LAPAU Elyunus, SH, Walinagari Batang Barus, Syamsul Azwar. 

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Banyaknya kritikan tajam yang dialamatkan kepada anggota DPRD Kabupaten Solok dan DPRD Sumbar baik di media cetak maupun di media sosial karena dinilai kurang cepat tanggap terhadap musibah nagari Batang Barus, membuat nurani beberapa anggota DPRD asal bumi bareh Solok baik yang duduk di DPRD Sumbar maupun di DPRD Kabupaten Solok, menggelar diskusi membahas selingkar bencana.

Acara diskusi digelar di sebuah rumah masyarakat, kawasan Lubuk Selasih, usai Salat Jum’at (2/9). Diskusi dipimpin oleh anggota DPRD Sumbar dari Komisi 1, Ahmad Rius, SH dan tiga orang anggota DPRD Kabupaten Solok, yakni Gusrial Abbas, Aurizal dan Gusnadi. Selai itu hadir Ketua LSM Lapau, Elyunus, Walinagari Batang Barus, Syamsul Azwar.

"Kita berharap agar semua penangganan pasca bencana ini cepat selesai dan mayarakat yang kena musibah agar segera bisa ditangani dan dibantu, termasuk dua anak yatim piatu yang orang tua mereka meninggal kena musibah longsor,” jelas Ahmad Rius, SH, anggota DPRD Sumatera Barat.

Sementara Gusrial Abbas meminta walinagari melaporkan nama-nama rumah masyarakat yang terkena musibah longsor dan banjir, baik yang terjadi di Bukit Subang jorong Lubuk Selasih yang terjadi tanggal 24 Agustus 2016. Akibab kejadian itu, sebanyak 36 jiwa dari 8 rumah yang terdiri dari 8 KK terisolasi dan saat ini sudah kembali normal.

Sementara bencana longsor yang menewaskan empat orang dan membuat bocah Daswil (12) dan Intan Kurnia (9) menjadi yatim piatu, karena orang tuanya meninggal dihantam longsor. Keduanya merupakan anak dari Almarhum Bakri dan Nurbaidah, yang meninggal pada saat musibah menimpa warung sekaligus rumah tempat mereka berlindung. Selain itu, dua orang saudara mereka yakni Ramzi dan Widia, juga tewas dalam musibah itu. Daswil merupakan adik dari almarhum Ramzi dan Intan Kurnia merupakan kakak dari almarhumah Widya. Saat ini Daswil masih sekolah di SD Negeri 31 Batang Barus duduk di kelas VI dan Intan Kurnia baru duduk di kelas 3 SD di sekolah yang sama.

 “Kita harus bersama-sama memikirkan nasib Ramzi dan Iintan serta korban lainnya. Kalau perlu kita sekolahkan dia sampai ke perguruan tinggi, karena di Pemda juga ada Bazda atau dana lainnya,” terang Gusrial Abbas, yang diamini Gusnadi.

Sementara Aurizal, juga berharap agar pysikologis para korban selamat perlu dipulihkan dan itu juga tanggungjawab bersama. “Yang penting kita semua akan peduli kepada mereka dan kita juga akan bicarakan dengan Pemerintah Kabupaten masalah kedepannya,” sambung Aurizal.

Sementara walinagari Batang Barus, Syamsul Azwar, juga menyampaikan terimakasih kepada anggota DPRD Sumbar dan Kabupaten Solok, yang mau peduli tentang penangganan pasca bencana. “Saya atas nama pemerintahan nagari, menyampaikan terimakasih yang sebanyaknya kepada Bapak-Bapak dewan yang terhormat karena sudah mau perhatian kepada warga kami yang juga masyarakat Kabupaten Solok. Semoga dengan kebersamaan semua akan bisa diatasi,” jelas Syamsul Azwar.

Untuk itu, Syamsul Azwar juga meminta agar Dinas PU, Pertanian, Kesehatan dan dinas terkait lainnya untuk melakukan survey ke lapangan, tentang kerugian masyarakat, baik masalah pertanian tanaman masyarakat, infrastruktur jalan dan juga irigasi. “Sebaiknya Dinas terkait segera survey ke lapangan agar membuat data yang  jelas, supaya segera ditangani,” pungkas Syamsul Azwar  (wandy)

google+

linkedin