BIJAK ONLINE (SOLOK)-Serangan hama tikus sepertinya tidak henti-hentinya menyerang tanaman padi masyarakat di Kabupaten Solok. Meski serangan hama tikus tidak separah yang terjadi pada tahun 2013 lalu, namun sepertinya tikus sudah menjadi musuh utama petani padi bagi masyarakat Kabupaten Solok.

“Kita sudah berupaya dengan berbagai cara agar tikus tidak merusak tanaman padi kita, namun masih saja terus berlangsung. Bahkan kita sudah memberisihkan seluruh perkarangan persawahan, namun entah dari mana datangnya tikus itu,” jelas Syafri M, warga Tangah Padang Cupak, kecamatan Gunung Talang, Selasa (6/9), yang memiliki lahan persawahan di Sungai Sariak, yang berjarak sekitar 1 KM dari kediamannya. 

Dijelaskannya, hama tikus sudah menyerang sejak dalam satu bulan terakhir. Selain di Gunung Talang, serangan hama tikus juga terjadi di nagari Supayang, kecamatan Payung Sekaki, Kabupaten Solok. “Kalau di sini hampir setiap tahun ada serangan hama tikus ini dan kami tidak tau lagi bagaimana mengatasinya. Tapi yang jelas kita terus berusaha, karena dari sawah inilah satu-satunya penghasilan kita,” terang Warni (35), warga Supayang. Sementara di Lubuk Pulai nagari Sirukam, selain hama tikus, musuh petani adalah serangan hama burung sejenis mondor dan pipit.  

Di jorong Pinang Sinawa, nagari Gantung Ciri, kecamatan Kubung, juga terkena serangan hama tikus, meski tidak semua petani mengalaminya. Serangan hama tikus menyerang tanaman padi masyarakat, terutama yang berdekatan dengan hutan, “Di sini terlalu banyak musuh kita sebagai petani padi, selain hama babi, burung juga hama tikus. Bahkan waktu tanaman padi masih kecil, musuhnya adalah keong emas. Namun setelah sebulan menjelang panen, tanaman padi kami diserang hama tikus, sehingga kami mengalami beberapa kali kerugian,” tutur Ijuh (45), warga Sungai Sariak, Pinang Sinawa Gantung Ciri.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Ir, Iryani, mengaku memang sudah mendapat laporan dari petugas lapangan tentang serangan hama tikus itu. “Namun sesuai laporan yang kami terima, kerusakan tanaman padi masyarakat, alhamdulillah memang tidak separah beberapa tahun lalu. Untuk mengatasinya, makanya kami gigih mensosialisasikan kepada masyarakat, agar melakukan tanam serentak dan membersihkan lahan persawahan,” terang Ir. Iryani (wandy)