Ketua DPRD Kabupaten Solok, Kasmudi, SH, saat turun kelapangan meninjau langsung rumah warga yang diporak porandakan oleh musibah angin kencang yang terjadi tanggal 24 Agustus 2016 lalu di Sungai Nanam 

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Masyarakat korban bencana angin kencang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Solok tanggal 24 Agustus 2016 lalu, meminta agar Pemkab segera menurunkan bantuan dan melakukan survey lokasi bencana.

“Kita sangat berharap agar Pemkab Solok atau Sumbar, segera membantu kami yang kena musibah ini, karena rumah kami sudah porak poranda dihantam badai. Kalau tidak ke Pemda, kemana lagi kami harus mengadu,” jelas Maman (43), warga Jorong Data, Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Sabtu, 3 September 2016.. 

Dijelaskan Maman, meski pemerintah nagari sudah melakukan pendataan, namun dirinya sangat berharap agar bantuan dari Pemerintah Daerah segera terealisasi. Sementara Plt. Ketua DPRD Kabupaten Solok, Kasmudi, SH yang mengunjungi beberapa lokasi bencana angin kencang di Sungai Nanam menyebutkan bahwa saat ini Pemerintah Nagari sudah memasukan data korban angin kencang kepada Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Solok di Lubuk Selasih. “Kita tentu meminta agar bantuan untuk masyarakat korban bencana juga akan segera terealisasi karena ada beberapa rumah masyarakat yang rusak berat dan mereka butuh tempat berlindung dan tidak mungkin akan menumpang terus di rumah saudara mereka,” terang Kasmudi.

Nagari Sungai Nanam yang terdiri dari 15 jorong dan hampir setiap jorongnya di nagari penghasil kentang, bawang, sawi, markisa itu dilanda musibah angin puting beliung. Bahkan di jorong Limau Puruik, jorong Sariak Bayang dan jorong Rimbo Data, beberapa bangunan fasilitas umum (fasum), seperti sekolah dan rumah ibadah rusak berat. Bahkan ada yang atapnya diterbangkan sejauh 300 meter oleh angin kencang. “Kita ikut prihatim yang mendalam dengan musibah ini. Kita tidak bisa bayangkan, berapa kerugian masyarakat daerah sini yang mayoritas bergerak di pertanian akan mengalami gagal panen, sebab tanaman holtikultura mereka di rusak oleh angin kencang,” tutur Kasmudi, saat berkunjung ke jorong Rimbo Data,melihat rumah dan lahan pertanian masyarakat yang luluh lantah oleh angin kencang. Dijelaskan Kamudi, bencana angin kencang yang memporak porandakan ratusan rumah penduduk dan sarana umum lainnya, mengakibabkan kerugian di atas Milyaran Rupiah.

Kasmudi berharap agar dinas terkait seperti Dinas PU, Pertanian, BPBD, Dinas Sosial dan lainnya untuk segera melakukan survey lapangan agar mendapatkan data akurat (wandy)

google+

linkedin