Bupati Solok, H. Gusmal dan Walikota Solok, Zul Elfian dan Kapolresta Solok, AKBP Susmelawati, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen, saat menghadiri acara Berembuk nagari Saningbaka dengan para perantau  yang tergabung dalam IWS

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Warga nagari Saningbaka, kecamatan X Koto Singkarak, menggelar acara Rembuk Nagari (Remna) yang juga dihadiri oleh para perantau dan tokoh masyarakat setempat. 

Selain itu, dalam rembuk nagari tersebut, juga dihadiri oleh Walikota Solok, Zul Elfian yang merupakan warga setempat, Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, Kapolres Solok Kota, AKBP Susmelawati, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen, Camat X Koto Singkarak, Irwan Efendi, Ketua DPP Ikatan Warga Saniangbaka (IWS), Mulyadi, Ketua KAN, Tasman, Walinagari Ridwan Husen dan mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok 2009-2014, Ir Edi Sumanto, Msi.

Ketua Panitia pelaksana acara, Handra Kurniawan dalam laporannya menyampaikan bahwa pihaknya sangat memberi apresiasi dengan melihat antusias masyarakat yang sangat tinggi sekali ini dilihat dari banyak sekali masyarakat kita yang tidak dapat tempat duduk. “Tujuan acara ini adalah untuk menyamakan persepsi dengan perantau guna membangun nagari kedepannya. Kami mohon kepada bapak bupati bagaimana nagari Saniang Baka menjadi nagari yang sejahtera,” jelasnya.

Walinagari Saningbaka, Ridwan Husen dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk ikut membangun dan memikirkan bagaimana Saniangbaka kedepannya, terutama dengan 4 pilar pembangunan yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Solok.

“Mari kita bersama untuk membangun karakter kita jangan hanya pembangunan fisik saja yang selalu kita pikirkan tetapi bagaimaa kita ini bisa membangun karakter individu masing-masing kita,” jelas Ridwan Husen. 

Pihaknya juga mengajak agar  warga Saningbaka menghindari hal negatif masuk ke saningbaka ini seperti narkoba, pelecehan sexual dan masih banyak lainnya. Sementara Ketua DPP IWS, Mulyadi menyebutkan bahwa acara ini dihadiri oleh 24 Dewan Pimpinan Cabang IWS dari seluruh tanah air. ”Mari  Satukan hati untuk mencari solusi yang ada di nagari kita ini demi kemajuan nagari kita kedepannya. Kita sangat berharap dalam forum ini kita dapat memberikan ide-ide yang inovtif baik bagi masyarakat Saningbaka yang berada di daerah ataupun di Perantauan,” ajak Mulyadi..

Bupati Solok, H. Gusmal dalam arahannya menyampaikan bahwa mengumpulkan orang rantau yang sukses tidaklah terlalu sulit kalau didekati dengan cara pendekatan yang baik dan terus menjalin tali silaturrahmi. “Kalau dengan bersama kita pasti bisa, tetapi tinggalmelaksanakan kesepakatan kita membangun baik pemerintah, perantau dan juga masyarakat nagari,” jelas H. Gusmal.

Sementara menyikapi permasalahan bagan di danau singkarak, bupati berharap untuk dapat membuat peraturan nagari dalam menyikapi bagan-bagan yang kini ada di danau singkarak, karena dengan adanya bagan-bagan ini akan menimbulkan dampak negatif bagi kelangsungan ekosistem. “Hal ini sangat menghawatirkan karena ini akan sangat mengancan kelangsungan ikan endemik danau singkarak. Bagaiman kita bisa meningkatkan ekonomi rakyat karena masyarakat butuh biaya untuk kehidupan. Kita akan membentuk sebuah unit yg akan mengurusi perantau kabupaten Solok di seluruh Indonesia dalam rangka mempermudah komunikasi dengan pemerintah,” terang H. Gusmal.

Ditambahkan Bupati bahwa kita berkeinginan seluruh masyarakat kita tidak ada yang menganggur khususnya para perantau kita. Ada fenomena yang sedang marak saat ini yaitu LGBT yang sudah masuk ke daerah kita. Kepada nagari mari kita jaga masyarakat kita, jangan sampai berkembang terus orang tua juga sangat berperan dalam menangkal hal-hal ini dan umumnya kasus ini banyak terjadi dikalangan pelajar dan mahasiswa. Bupati menghimbau dengan adanya acara ini hasilkan lah program-program yang aplikatif bukan program yang muluk-muluk. (wandy)

google+

linkedin