BIJAK ONLINE (Padang)-Deby Giovani  perenang asal Kota Bukittingi akan turun membawa nama KONI Kabupaten Padang Pariaman, karena di daerah asalnya tidak mendapatkan perhatian atau tidak dipedulikan.

"KONI Bukittinggi tak mau mendatangkan atlet dari luar untuk membela daerahnya, tapi sayangnya tidak pula berbuat untuk melakukan pembinaan atlet renang," kata Beny Karaben ketika dihubungi Tabloid Bijak dan Padangpos.com, Sabtu, 8 Oktober 2016 melalui selulernya.

Menurut Beny Karaben, sebagai pelatih dirinya telah mencoba melakukan pembinaan olahraga renang di Kota Bukittingi. "Tapi karena Kota Bukittigi tak punya sarana kolam renang, terpaksalah atlet berlatih di Payakumbuh," katanya.

Kemudian, kata Beny Karaben, kolam renang memang  ada di hotel dan tapi selain ukurannya kecil, juga untuk berlatih berenang memerlukan dana untuk membayar berlatih renang di kola hotel tersebut," katanya.

Berangkat dari permasalah tersebut, lanjut Beny, terpaksa atletnya turun membawa nama Kabupaten Padang Pariaman yang sangat peduli dan menghargai atlet renang. "Semua masalah perpindahan atletnya sudah tuntas atau ndak ada masalah lagi," kata pelatih yang mengaku putra Kota Bukittinggi.

Untuk dimaklumi juga, lanjut Beny Karaben, untuk membina olahraga renang itu tidak mudah dan butuh dana yang sangat besar juga. Seperti untuk membeli baju renang saja harganya jutaan. "Kelebihan baju renang itu, begitu keluar kolam renang langsung kering dan atlet tidak berlama-lama pakai baju basah dan sayangnya baju itu tahannya hanya sekitar satu setengah tahun," ujarnya lagi. (PRB)

google+

linkedin