BIJAK ONLINE (Padang)-Pelatih renang Kota Bukittinggi, Beny Karaben menilai Pengprov PRSI Sumatera Barat tak ada melakukan pembinaan terhadap atlet di daerah-daerah dan bahkan terkesan Pengprov PRSI tu kacau balau. Untuk itu, ya wajar saja jika perenang Sumbar gagal di PON XIX Jabar.

"Yang diurus Pengprov Sumbar tu hanya klub-klub renang yang ada di Padang, yang pengurus klub itu unsur pimpinan di  PRSI Sumbar," kata Beny Karaben ketika dihubungi Tabloid Bijak dan Padangpos.com, Sabtu, 8 Oktober 2016 melalui selulernya.

Menurut Beny Karaben, selagi kepengurusan PRSI Sumbar tersebut dikuasai pelatih-pelatih klub di Padang, yang namanya PRSI Sumbar tak akan pernah bisa melahirkan atlet berprestasi nasional, seperti PON. "Kegagalan atlet renang Sumbar di PON Jabar, sudah saya perkirakan jauh sebelumnya," katanya.

Seharusnya, Pengprov PRSI Sumbar melakukan pembinaaan sampai ke daerah-daerah, seperti Kota Bukitting, Payakumbuh, Pasaman Barat dan daerah lainnya, yang punya atlet dan kolam renang. "Kami yang di Bukittingi, tak pernah diundang untuk mengikuti seleksi menyiapkan atlet PON dan padahal waktu di Porprov Dharmasraya, atlet Bukittingi, Devi Giovani meraih tujuh medali emas," tuturnya.

Kemudian, kata Beny Karaben, Pengprov Sumbar tu mau seenaknya saja. Misalnya, ada kejuaraan renang tingkat nasional, semua biaya ditanggung oleh daerah dan tetapi turun atas nama Sumbar. "Dari mana dana akan kami carikan dan KONI Bukittinggi sebenarnya mau saja membiayainya, tapi menyalahi prosudur dan tentu kami takut lo masuk penjara gara-gara mekanisme pencairan dana menyalahi prosedur," katanya lagi.

Sebagai pencinta olahraga renang, kata Beny Karaben lagi, dirinya maklum dan paham dengan sosok Ketua PRSI Sumatera Barat, yang juga anggota DPRD Sumbar. "Kasihan juga saya dengan pak Darmawi yang dipengaruhi oleh petinggi PRSI Sumbar, yang lebih mementingkan diri dan klubnya," ujarnya.

Sosok Ketua PRSI Sumbar, sebenarnya hanya sebagai penupang pembinaan atlet dengan sasaran prestasi. "Tapi yang namanya kepentingan, tega-teganya petinggi di PRSI Sumbar memberikan informasi yang eror kepada pak Darmawi," ujarnya lagi sembari menyarankan, agar kepengurusan PRSI Sumbar di rombak total dengan menyingkirkan orang-orang yang berladang dipunggung atlet.

Sementara Ketua PRSI Sumbar, Darmawi, ketika dihuungi melalui selulernya menyebutkan, dirinya akan naik pesawat. "Maaf, ambo sadang di ateh pesawat menuju Padang," kata anggota DPRD Sumbar tersebut. (PRB)

google+

linkedin