BIJAK ONLINE (SOLOK)-Roda mutasi bagi para staf atau fungsional umum (pelaksana) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok, dinilai penuh permainan dan tidak melibatkan penuh Kepala Daerah.

Yang meneriknya, adanya staf yang sudah menerima SK mutasi, dinilai berbagai kalangan tidak fair dan hanya menguntungkan beberapa golongan. Yang lebih parahnya lagi, Wakil Bupati Solok sendiri, Yulfadri Nurdin, SH, ketika ditanya wartawan mengaku tidak mengetahui adanya mutasi di lingkungan pemerintahannya. Meski surat mutasi atau SK mutasi sudah diterima para staf yang akan kena mutasi tersebut. “Kalau info itu benar, maka hal ini jelas tidak fair dan hanya disusun oleh beberapa orang tertentu di BKD yang punya kepentingan,” jelas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Septrismen Sutan Putih, Rabu (28/9).

Kepala BKD yang dihubungi di kantornya, sedang tidak berada di tempat dan menurut stafnya sedang berada di luar kota. Sementara Sekretaris BKD, Joni Pribudi, juga enggan berkomentar banyak dan juga mengaku tidak mengetahui siapa yang menyusun orang atau staf yang dimuatsi tersebut. “Silahkan tanya saja ke Bapak Eka Putra, bagian Kasi Pengembangan, Kepangkatan dan Mutasi,” jelas Joni Pribudi. Sementara Kasi Pengembangan, Kepangkatan dan Mutasi, Eka Putra, ketika dikomfirmasi di ruang kerjanya menyebutkan ada sekitar 70 orang staf yang sudah dikirimi surat mutasi, namun dirinya enggan berkomentar siapa tim yang menyusun.

Terkait hal mutasi tersebut, Kepala BKD dituding oleh beberapa pegawai sudah bermain dan memasukan kepentingan pribadinya di dalam hal mutasi. “Kalau tidak ada permainan, kenapa adiknya sendiri yakni Gusti, SE bisa dipindahkan dari SMP 2 Gunung Talang ke Dinas Koperindag di Koto Baru. Sementara Agusman dari Bappeda dipindahkan ke kantor kecamatan X Koto Diatas, padahal dia jelas-jelas orang yang sudah loyal ke Bupati terpilih,” jelasnya (wandy)

google+

linkedin