BIJAK ONLINE (Padang)-Sebagai mantan atlet berprestasi dunia dan sekarang menjadi pelatih, Nanda Talambanua dituding sebagai biang dari kegagalan para liter Sumatera Barat di PON XIX Jabar 2016. Bahkan, Nanda Talambanua juga dituduh sebagai calo yang  "menjual" lifter putri Mella Eka peraih medali emas di PON XVIII 2012 Riau ke DKI Jakarta.

"Pak Nanda tu sebagai pelatih berbuat sekehendak hatinyo atau yang kalamak dek inyo sajo," kata salah seorang lifter yang minta namanya tidak ditulis dengan pertimbangan politis, ketika berbincang-bincang dengan Tabloid Bijak dan Padangpos.com, Rabu, 6 Oktober 2016 di Posko BOM.

Menurut sumber yang layak dipercaya ini, kepindahan si Mella Eka, itu merupakan akal bulus atau permainan Nanda yang sengaja melakukan negosiasi dengan PABBSI DKI dan KONI DKI. Bahkan, beberapa bulan setelah PON XVIII Riau, 2012 lalu, Nanda sering bolak balik Jakarta padang untuk menyelesaikan masalah kepindahan Mella Eka. "Yang anehnyo, meskipun Mella telah berstatus atlet DKI Jakarta, tapi si Mella Eka masih saja berlatih di Indarung dengan pelatihnya Nanda," katanya.

Sebagai pelatih, Nanda tak memikirkan pretasi atletnya, tapi hanya memikirkan keuntungan buat diri pribadinya. "Ilwan atlet angkat berat tidak mau dilatih Nanda dan si Ilwan berlatih di Kota Bukittinggi, karena ndak tahan dengan prilaku Nanda, yang berbuat sekehendak hatinya untuk kepentingan pribadinya," kata sumber itu lagi.

Jadi, jika atlet gagal meraih medali di PON Jabar, lebih karena Nanda bukan urang Sumbar atau orang Minang, yang tak peduli dengan nama Sumatera Barat. "Bagi Nanda, uang, uang dan kekuasaan sebagai pelatih di PT Semen Padang," tambahnya lagi.

Nada yang sama juga disampaikan Dariswan, pelatih angkat besi dan berat di Pekanbaru Riau. "Sebenarnyo ambo pindah dari Sumbar ke Riau, lebih karena tak senang dengan cara Nanda yang berbuat seenaknya," katanya ketika berbincang-bincang di Bandung seusai PON.

Menurut Dariswan, sebagai anak Ranah Minang, dirinya masih mencintai kampung halamannya. "Tapi selagi Nanda masih dipercaya sebagai pelatih di PT Semen Padang, dan PABBSI Sumbar, serta KONI Sumbar, saya tak akan pernah mau kembali ke kampung halaman," ujarnya. 

Sebagai bahan informasi, kata Dariswan, jika tak percaya dengan informasinya, silahkan tanya kepada semua atlet yang hengkang dari Sumatera Barat tersebut. "Kemudian, tanya juga prestasinya begitu pindah dari Sumbar, semuanya dapat medali," tambahnya.

Secara terpisah, Ketua Harian PABBSI Sumbarl, Kombes (purn), Busri Zen ketika dihubungi mengakui telah menerima berbagai informasi tentang Nanda Talambanua. "Dalam waktu dekan ini, saya akan mengundang semua pihak yang terlibat dan terkait dengan keberangkatan atlet ke PON, untuk rapat dan membahas semua permasalahan," katanya.

Apa yang menjadi persoalan di tubuh PABBSI Sumbar itu, kata Busri Zen, akan dibahas dan diselesaikan secara organisasi dan persahabatan. "Kini saya sedang berpikir dan berusaha, bagaimana supaya PABBSI Sumbar punya sarana latihan sendiri," tambah mantan perwira polisi yang alumni Thawalib Padang Panjang ini. 

Sementara Nanda Talambanua, ketika dihubungi melalui handphoenya tak merespon, meskipon HP-nya dalam kondisi aktif. Kemudian di SMS, juga tak membalas. (PRB) 

google+

linkedin