APBD Perubahan Kabupaten Solok Tahun 2016 ditetapkan oleh Bupati dan Pimpinan DPRD Kabupaten Solok, meski sempat melalui perdebatan panjang atas ketidak hadiran Bupati Solok, Kamis (29/9)

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Solok tentang pandangan akhir Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Solok dan penetapan APBD Perubahan tahun 2016, berjalan panas. Pemicunya selain tidak dihadiri Bupati Solok karena ada acara sosialisasi dengan pihak KPK RI di Surabaya, juga menyangkut soal penandatanganan APBD Perubahan yang tidak boleh diwakilkan ke Wakil Bupati Solok.

Ketidak hadiran Bupati Solok ini, dipermasalahan oleh beberapa anggota Fraksi karena yang berhak menandatangani APBD Perubahan hanya Bupati dan Wakil Bupati Boleh memaraf saja.  Sidang Paripurna DPRD-P dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok, Yondri Samin, sempat beberapa kali dilakukan  skor menunggu kedatangan Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo.  Sebelumnya pada hari Rabu tanggal 28 September 2016 lalu, juga sempat ditunda lantaran Bupati Solok masih berada diluar daerah dan menunggu anggota dewan mencapai kourun. Akibatnya sidang paripurna juga terpaksa ditunda dan dilanjutkan pada hari Kamis (29/9), meski sempat diwarnai berbagai interupsi dan bahkan Wakil Bupati sempat keluar meninggalkan ruangan sidang.

 Sidang dibuka sekitar pukul 14.15 WIB‎ dan dihadiri oleh Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, sejumlah anggota dewan langsung memperdebatkan ketidak hadiran Bupati Solok dalam sidang paripurna tersebut. Namun sidang masih tetap dilanjutkan dengan pembacaan padangan akhir Fraksi tentang APBD-P Kabupaten Solok tahun anggaran 2016. Namun setelah semua pandangan akhir Fraksi dibacakan, sejumlah anggota dewan melakukan protes keras bahwa Wakil Bupati tidak legal menandatangani RAPBD-P termasuk juga untuk memaraf. Sidang sempat diskor beberapa kali dan bahkan menjadi bahan tertawaan bagi SKPD dan hadirin yang hadi. “Sidang ini seperti berjalan kayak anak TK saja dan tidak menunjukan sikap anggota dewan yang terhormat,” jelas salah seorang wartawan yang meliput di Kabupaten Solok.

Namun setelah dilakukan lobi-lobi dan pembacaan pandangan Fraksi yang ada di DPRD Kabupaten Solok tentang APBD-P Kabupaten Solok tahun anggaran 2016 dilakukan oleh masing-masing Fraksi, perdebatan anggota sidang kembali terjadi. Ketidak hadiran Bupati Solok untuk mengesahkan APBD-P pun kembali membuat sidang paripurna di skor.


Karena sidang kembali diskor, Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin pun memilih meninggalkan ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Solok. Mungkin karena merasa dikerdilkan, Yulfadri Nurdin lebih memilih meninggalkan ruang sidang paripurna ketika sidang kembali diskor. Bahkan ketika ditanya beberapa orang awak media, wakil Bupati Yulfadri Nurdin menjawab senyum karena merasa diremehkan oleh anggota DPRD.

Sekitar jam 17 lebih 20 menit, Wakil bupati yang diminta hadir kembali di ruang sidang oleh pimpinan sidang dan setelah dibel oleh Staf Ahli, muncul kembali di ruang sidang. Hadirin sempat hening ketika Wakil Bupati dipersilahkan untuk membacakan pendapatnya tentang APBPD P. Setelah selesai membacakan pendapatnya, dan saat akan melakukan pemarafan penetapan APBD sambil menunggu Bupati, kembali terjadi interupsi dari berbagai anggota dewan seperti Hendri Dunant, S. Sos dari Fraksi PDI-P yang menyebutkan bahwa yang namannya penetapan APBD P harus ditandatangani oleh Bupati bukan Wakil Bupati. 

“Penetapan APBD Perubahan akan illegal kalau hanya di paraf oleh Wakil Bupati dan harus menunggu Bupati yang menandatanganinya,” jelas Hendri Dunant dengan suara lantang. Interupsi juga dilakukan oleh Gusrial Abbas dari Fraksi PAN dan lainnya. Namun setelah berjalan agak santai, disepakati Wakil Bupati dibolehkan memaraf penetapan APBD Perubahan bukan menandatanganinya. Sekitar jam 17.30 WIB, penandatanganan atau pemarafan APBD P dilakukan dan setelah itu masih saja terjadi perdebatan sengit.

Suasana sidang ditiutut pada pukul 17.50 WIB dan anggota dewan pun satu persatu mulai menuinggalkan sidang. Namun saat anggota dewan mulai meninggalkan ruangan sidang, Bupati Solok muncul di ruang sidang yang baru datang dari Jakarta. Pada saat itu, sekitar jam 18.00, Bupati bersama pimpinan DPRD langsung melakukan penandatanganan APBD Perubahan Kabupaten Solok tahun 2016. Baru suasana menjadi hening dan semua anggota dewan bersorak gembira dan berpelukan dengan Bupati Solok (wandy)

google+

linkedin