H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Bupati Solok, H. Gusmal Dt Rajo Lelo, SE, MM, menghimbau agar masyarakat Kabupaten Solok menghindari hubungan LGBT berkembang di Kabupaten Solok, sebab LGBT merupakan aliran sesat dan dilarang oleh agama Islam.

“Agama  Islam melarang hubungan satu jenis dan itu juga tidak cocok dengan budaya Minang,” jelas H. Gusmal, Senin (3/10). LGBT merupakan singkatan dari Leesbiaan, Gaaayy, Biiseexuual dan Traansgeender. Atau dalam bahasa sehari-harinya hubungan sejenis antara laki-laki atau antara wanita dengan wanita. Agar terjauh dari LGBT, diharapkan kepada masyarakat agar selalu berpegang teguh kepada ajaran agama supaya tidak salah langkah. 

“Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan berita adanya anak-anak ABG yang melakukan sodomi di Kabupaten Solok, hal ini jelas snagat dilarang dan juga akan merusak citra Kabupaten Solok dan Ranah Minang,” sambung H. Gusmal. Bahkan larangan dan himbauan masalah LGBT ini, juga sudah disampaikan Bupati Solok itu pada acara pembukaan Rembuk nagari Saningbaka dengan para perantau belum lama ini.

Bupati juga mewaspadai adanya komunitas LGBT yang berkembang di dunia maya seperti adanya sebuah publikasi yang disebar secara viral melalui media sosial, Komunitas layanan bimbingan dan konseling ini bernama Support Group and Resource Center on Seexxualiity Studies atau SGRC. “Kalau kita dengar, foto bernuansa pelangi yang ramai digunakan oleh netizen belakangan ini berhubungan erat dengan kaum LGBT, Pastikan kita paham betul akan hal tersebut sebelum memutuskan untuk ikut-ikutan menggunakan atribut khas tersebut seperti adanya beredar sebuah aplikasi pengubah tampilan foto profil menjadi dengan avatar berwarna-warni seperti pelangi,” terang Bupati Gusmal.

Dibeberapa nagari maju di dunia seperi Amerika, LGBT malah dibolehkan seperti kawin sejenis antar sesama laki-laki dan perempuan sesama perempuan (wandy)

google+

linkedin