Prof Dr Duski Samad
BIJAK ONLINE (Padang Pariaman)---Buya H. Sofyan M Tk. Bandaro, dari Kecamatan Patamuan, terpilih sebagai  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padang Pariaman, periode 2015-2020. Terpilihnya Buya Sofyan M Tk. Bandaro, diluar dugaan sama sekali, karena pada tidak masuk pada bursa calon ketua sebelumnya.

Formatur yang bersidang di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman, Kiambang Sicicin, Selasa (22/11/2016) dihadiri 11 orang anggota.  Sebelumnya formatur telah menetapkan  calon dua orang , Dr. H. Zainal Tk. Mudo, M. Ag dengan Drs. H. Masri Can, Tk. Marajo Basa. Tetapi karena keduanya mengundurkan diri maka diusulkan 3 calon.

Adapun Calon yang tiga itu, Zulhamdi Tk. Kerajaan dari Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Kecamatan 2 X 11 Enam Lingkung Pakandang. Kedua Sofyan M Tk. Bandaro dari Pondok Pesantren Tindikat Kecamatan Patamuan dan terakhir, Azwar Tk. Sidi pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Mukminin, Sintuk Toboh Gadang.

Ketua Formatur Pemilihan Ketua dan Pengurus MUI Kabaupaten Padang Pariaman, Prof. Dr. H. Duski Samad, M. Ag, Tk. Mudo, ketika ditemui di kediamannya Jalan Ambon Siteba Padang, Kamis (24/11/2016) mengatakan, penetapan Buya Sofyan M Tk. Bandaro sudah final dan tidak bisa lagi dirobah atau diganti dengan yang lain. “Soalnya sudah hasil pemilihan Formatur,” ujarnya.

Menurut Duski Samad, falsafah batabuik di Pariaman memang sudah menyatu kepada masyarakat di dalam menetapkan pimpinan. Buktinya, riak-riak mulai dari pembuatan tabuik sampai tabuik dihoyak, berakhir pada tabuik sudah dibuang ke lauik. 

“Kalau tabuik sudah dibuang, antara pendukung tabuik pasa dengan tabuik subarang bersatu kembli, mereka terlihat dengan penuh gembira tanpa terkesan siapa yang kalah dan siapa yang menang,” tutur laki-laki yang mengaku berasal dari Padusunan Kota Pariaman ini.

Adapun susunan Lengkap Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Padang Pariaman, periode 2015-2020, Ketua Buya H. Sofyan M Tk. Bandaro, Wakil Ketua Bidang Fatwa, Buya H. Tuanku Sidi Azwar, Ketua Bidang Dakwah M. Rais Tk. Labai Nan Basa, Ketua Bidang Ukhwah, Drs. Buya Ali Munar, SH Tk. Rangkayo Mulia, Ketua Bidang Pendidikan Drs. H. Ali Idris Tk. Mudo, Ketua Bidang Ekonomi Fakhri Zaki, SE, MM dan Ketua Bidang Wanita, Dra. Hj. Rakiyah.

Sedangkan Sekretaris diamanahkan kepada Fauzan Ahmad, S.Pdi Tk. Mulia Kayo Sinaro, dibantu 6 orang wakil sekretaris, masing-masing, Aznam S.Pdi, S.THI, Tk. Bagindo, Andri Susanto, S.Pdi, Drs. H. Faaisal Dt. Ameh, Imalatul Khaira, S. Ag, Era Jaya, S.Pdi dan Hendri Naldi. Kemudian untuk Bendahara diamanatkan kepada Mukhlis M, S.Ag dibantu 2 orang, Lismawati, S.Hi, MA dan Ali Nurdin M Nur.

Kemudian Dewan Penasehat, sebagai Ketua disepakati Buya Jalalen Tk. Sidi, Pimpinan Pondok Pesantren Madinatul VII Koto Sungai Sariak dan dibantu dengan 6 orang anggota, masing-masing, Drs. H. M Syatar HS, Buya Zainul Tk. Sutan Sati, Munawir Tk. Kuning, H. Bukhari, SE Drs. H. Idarus Salam dan Ali Amran Tk. Bagindo. 

Duski Samad berharap Ketua Majelis Ulama (MUI) Provinsi Sumatera Barat, dapat menerbitkan SK Pengurus terpilih peride 2015-2020, sesegera mungkin, sehingga kalau SK sudah keluar pengurus tentu telah bisa menyusun komisi dan membuat program kerja.

“Insya Allah, besok Jum’at (25/11/2016),  saya antarkan hasil formatur ini ke Kantor MUI Sumatera Barat sesuai dengan motto Wakil Presiden RI Mhd Jusuf Kalla, lebih cepat lebih baik. Kalau bisa dipermudah untuk apa dipersulit,” tukas Duski Samad kembali.

Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni yang dikabrkan tentang Ketua MUI Kabupaten Padang Pariaman terpilih untuk periode 2015-2020 di Kantor Camat Padang Sago, langsung menyampaikan ucapan selamat. “Selamatlah kalau sudah terpilih,” ujarnya disela silaturahmi dengan masyarakat Padang Sago Rabu (23/11/2016).  

Pengurus terpilih sekarang sebagian besar wajah baru hanya sebagian kecil wajah lama, sesuai dengan pengarahan Ketua MUI Sumbar, Buya H. Gusrizal Gazahar, LC, M. M.Ag, pengurus baru harus membawahan perubahan dengan semangat baru. 

“Karena tugas MUI kedepan cukup berat yang harus dipikul pengurus. Kalau ingin cari materi jangan masuk menjadi pengurus MUI, karena untuk melaksanakan tugas dan amanah tidak harus menunggu bantuan, kalau perlu uang saku yang disumbangkan,” ujar Buya Gusrizal ketika pembukaan Musda.  (amir)