BIJAK ONLINE (Opini)-Pemerintah Provinsi Sumatra Barat sudah realisasi investasi di Sumatera Barat senilai 4,03 triliun, hingga kuartal ketiga tahun ini, melebihi target yang dipatok pemerintah pusat dengan total investasi senilai Rp 3,8 triliun.

Nilai investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp2,22 triliun dan penaman modal asing (PMA) mencapai Rp1,8 triliun.

Angka ini masih akan terus bertambah masih sangat besar, karena sejumlah perusahaan sudah menunjukkan ketertarikan berinvestasi di Sumbar. Promosi Pemprov ke banyak negara pun menguatkan iklim investasi PMA dan PMDN.

Sejumlah sektor proritas investasi dan pembangunan yang diminati investor, terutama sektor energi dan kelistrikan, mulai dari energi panas bumi atau geothermal dan listrik tenaga mikrohidro. Potensi yang dimiliki daerah setidaknya 1.600 MW.

Selain itu, potensi sektor pariwisata, industri pengolahan yang sifatnya padat karya, dan pengembangan infrastruktur.

Adapun, sektor yang menjadi buruan utama investor masih di industri pengolahan, agro industri, pembangkit listrik dan energi terbarukan, tambang, kelautan dan perikanan, hotel dan restoran, perkebunan, dan perdagangan.

Sementara itu, total jumlah izin dan rekomendasi yang dikeluarkan pemda sebanyak 452 izin. Sektor tambang dan ESDM mendominasi dengan 140 izin, kelautan dan perikanan 88 izin, perhubungan 60 izin, tenaga kerja 46 izin, dan kehutanan 42 izin.

Izin prinsip atau persetujuan investasi sepanjang tahun ini untuk investasi asing mencapai US$ 1,04 miliar, dan kesepakatan investasi melalui PMDN mencapai Rp6,82 triliun.

Peningkatan investasi yang masuk ke Sumatera Barat ini berimbas sangat baik pada pengurangan drastis angka pengangguran dan peningkatan standar ekonomi masyarakat. (Penulis Gubernur Sumbar)




google+

linkedin