BIJAK ONLINE (Kota Pariaman)--Kepala desa diharapkan mampu menggerakkan paritisipasi masyarakatnya melalui gotong-royong masyarakat untuk menyikapi berbagai bantuan yang dikucurkan terutama bantuan rehabilitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sehingga dapat menambah nilai dari nominal bantuan yang diberikan.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Pariaman, Dr.H. Genius Umar,S.Sos, M.Si ketika peletakkan batu pertama rehabilitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)  di Desa Palak Aneh, Kecamatan Pariaman Selatan,  Kamis (17/11/2016). 

Program RTLH yang dilaksanakan oleh Dinsosnaker ini,  bentuk komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam meningkatkan kualitas rumah keluarga miskin dari status rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

“Bantuan yang diterima hari ini senilai 15 juta rupiah yang digunakan untuk merehabilitasi rumah tidak layak huni dapat digunakan sesuai dengan peruntukkannya, yaitu untuk membeli bahan-bahan bangunan seperti papan, semen, paku, seng, kayu dan lain sebagainya. Uang yang diterima bukan untuk membeli HP (handphone), pulsa, bahkan beras sekalipun”, ujarnya.

“Dan kita harapkan bantuan yang 15 juta ini dapat bertambah nilainya menjadi berlipat ganda melalui partisipasi aktif masyarakat sekitar melalui gotong-royong membantu saudara kita membangun rumah menjadi layak untuk dihuni”, sambungnya.

Dana bantuan yang berasal dari Kementerian Sosial RI ini diperuntukkan bagi 50 unit rumah dengan jumlah total Rp 750 juta. Dalam penyaluran dananya, bantuan RTLH ini disalurkan kepada masyarakat melalui kelompok-kelompok kecil yang berjumlah 10 orang perkelompok dengan jumlah dana sebesar Rp 15 juta per orang.

Dalam proses pelaksanaan pembangunan rumah ini, masyarakat harus mengerjakannya sendiri dalam waktu 25 hari. Penerima bantuan dana RTLH ini diutamakan bagi masyarakat yang namanya termasuk dalam daftar Program Keluarga Harapan (PKH) dan Basis Data Terpadu (BDT) yang merupakan data PPLS BPS Tahun 2011. Tanah yang akan dipakai untuk membangun rumah yang lebih layak huni harus milik sendiri.

“Insya Allah dalam dua pekan ke depan Kota Pariaman akan dapat juga program serupa untuk 20 unit rumah yang berada di kelurahan saja, sehingga kedepan kita harapkan tidak ada lagi masyarakat Kota pariaman yang kedinginan atau kepanasan karena rumahnya tidak layak huni”. Tutupnya. (eri/amir)

google+

linkedin