BIJAK ONLINE (Padang)-Sebagai salah seorang kandidat Ketua Umum KONI Sumbar periode 2016-2020, ada yang menuduh Drs Kandris Asrin orang Pekan Baru Provinsi Riau dengan maksud tertentu.

"KTP saya Padang, anak dan istri saya tinggal di Lapai, termasuk rumah orang tua saya," kata Kandris Asrin seusai jumpa pers di Rumah Makan Sederhana, Jalan Rasuna Said, Jumat, 25 November 2016.

Menurut Kandris, bisnisnya memang ada yang di Pekan Baru Provinsi Riau dan tak lama lagi, akan membuka bisnis di Jakarta. "Bila saya dipercaya pimpinan cabor dan ketua KONI kabupaten dan Kota jadi Ketum KONI Sumbar, tak ada masalah dengan pekerjaan dan bisnis yang di Pekanbaru," katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Contohnya, kata Kandris, semenjak acara pembukaan Porprov, 19 November 2016 lalu, dirinya berkonsentrasi dengan tanggungjawabnya di cabang olahraga para layang. "Hidup di zaman era digital ini, bisnis kan bisa dikendalikan dengan handphone," kata alumni resimen mahasiswa 1985 ini.


Kemudian, kata Kandris, jadi pengurus KONI Sumbar itu kan bukan sendiri, kan ada para profesor dan doktor olahraga yang ahli dibidangnya. "Yang jadi kunci sukses sebagai Ketua KONI itu kan ilmu managemen dan leadership dan cekatan dalam berkomunikasi dengan pengurus KONI yang lain," kata pria kelahiran 11 Agustus 1965 ini.

Kini, lanjut Kandris, langkah dan niatnya untuk menjadi Ketua Umum KONI Sumbar terletak dapa pimpinan cabor dan KONI kabupaten dan KONI. "Saya sebagai insan olahraga, telah punya rencana untuk maju dan berjuang untuk itu dan berhasil atau tidaknya, yang hjelas saya sudah menyiapkan pengorbanan waktu dan materi," ujarnya. (PRB)