Beginilah kondisi  Jalan menuju Nagari Garabak Data, becek dan berlumpur jika musim penghujan datang. Sampai kapan masyarakatnya akan hidup dalam ketertinggalan?

BIJAK ONLINE (SOLOK)-Kondisi Jalan menuju nagari Garabak Data bila musim hujan tiba, benar-benar memprihatikan. Bahkan sejak Indonesia merdeka, kondisi  jalan menuju nagari di Tenggara Kabupaten Bumi penghasil bareh tanamo ini belum pernah disentuh aspal apalagi hotmix.

Garabak Data masuk wilayah Kecamatan Tigo Lurah yang merupakan sebuah kecamatan hasil pemekaran dari Kecamatan Payung Sekaki. Diantara lima nagari yang ada di Kecamatan Tigo Lurah, mungkin kondisi jalan menuju nagari Garabak Datalah yang paling parah. 

“Bila hujan tiba, kita terpaksa berjalan kaki puluhan kilo meter, karena motor tidak bisa masuk karena kondisi jalan yang licin dan sangat becek,” terang Walinagari Garabak Data, Pardinal, kepada rombongan Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin saat mengunjungi nagari terisolir tersebut belum lama ini. Nagari dengan jumlah pendududk lebih dari 2600 jiwa ini, mayoritas mata pencaharian warganya adalah sebagai pertani dan warganya jarang yang meninggalkan kampung halaman untuk bepergian ke luar karena kondisi perhubungan yang sulit.

“Kami hanya minta pemerintah baik Kabupaten mapun Provinsi benar-benar serius memperhatikan nasib nagari kami, terutama untuk membangun infrastruktur jalan menuju Garabak Data ini,” tambah Pardinal. 

Alasan utama pendududk malas pergi bepergian adalah karena harus berjalan kaki puluhan jam, bahkan untuk mencapai jarak jorong Garabak menuju jorong Data saja, bisa ditempuh seharian dengan berjalan kaki. Alat trasnfortasi satu-satunya untuk menghubungakan kedua jorong ini adalah kuda beban. “Jdi kalau ada berita baik atau buruk dari sanak saudara yang tinggal di jorong tetangga atau di luar nagari Garabak Data, kami terpaksa harus berjalan kaki menuju Batu Bajanjang agar bisa berkomunikasi dengan HP  seperti untuk menghubungi sanak saudara yang ada di rantau,” jelas Sainah (35), warga jorong Garabak. 

Pertanyaannya, sampai kapan nagari dan masyarakat Garabak Data akan tinggal dalam keterisolasian dan tidak bisa menikamti kemerdekaan seperti saudara mereka di nagari tetangga? (wandy)